HukumLabuan bajoManggarai baratNtt

Doni Parera Soroti Pemberitaan Tanpa Konfirmasi, Sebut Ada Upaya Pembunuhan Karakter

Manggarai Barat, Radartipikor.com — Aktivis Doni Parera menanggapi sejumlah pemberitaan media lokal dalam beberapa hari terakhir yang menurutnya memuat narasi tentang dirinya tanpa melalui proses konfirmasi. Ia menilai pola pemberitaan seperti itu justru membuat dirinya semakin memahami adanya pihak-pihak yang bekerja di balik layar untuk mengendalikan situasi terkait persoalan lahan masyarakat adat.

Doni menduga, ada kepentingan tertentu yang sedang berupaya mempengaruhi aparat penegak hukum, sejumlah kelompok yang ia sebut sebagai preman, serta sebagian media dalam membentuk opini publik. Menurutnya, langkah itu dilakukan karena pihak-pihak tersebut disebut semakin frustrasi lantaran upaya mereka untuk merampas lahan masyarakat adat dinilai semakin sulit terwujud.

Ia menyebut cara yang digunakan saat ini merupakan pola character assassination atau pembunuhan karakter untuk melemahkan perjuangan masyarakat adat dan pihak-pihak yang mendampinginya. Namun, Doni menegaskan upaya tersebut tidak akan mengganggu perjuangan yang sedang dijalankan.

“Selain pola yang dimainkan terlalu kampungan, kasar, dan dungu, hal itu justru memperlihatkan bahwa yang memainkan isu seperti kerbau yang dicucuk hidung oleh para mafia,” kata Doni dalam keterangannya.

Menurutnya, cara kerja yang mempertemukan sejumlah tanggapan narasumber lalu dirangkum menjadi narasi sesuai kehendak tertentu, kemudian disebarkan ke berbagai platform media, justru menjadi bahan analisis bagi pihaknya. Doni menilai, dari situ terlihat bahwa para mafia sudah kehabisan daya.

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat adat yang masih menjaga nilai budaya Manggarai disebut tetap solid dan teguh bersama perjuangan mereka. Doni menegaskan, dukungan masyarakat adat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi dugaan upaya land grabbing atau perampasan tanah yang menurutnya dilakukan oleh para mafia tanah.

Lebih jauh, Doni juga menyinggung pihak-pihak yang menurutnya sudah kehilangan karakter sebagai orang Manggarai, serta mereka yang disebut mau dijadikan boneka mafia. Ia turut mengkritik media yang dinilainya tidak menjalankan prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

BACA JUGA  Aksi Damai Unras di Manggarai Barat Tuntut Penyelamatan Tanah Negara di Kerangan

Menurut Doni, media yang memuat berita tanpa upaya cover both side justru memperlihatkan keberpihakan dan semakin menjauh dari harapan masyarakat terhadap kerja-kerja pers.

“Kami bersama tim akan semakin solid bersama masyarakat adat untuk melawan upaya land grabbing oleh para mafia tanah,” tegas Doni.

Sumber: Doni Parera

Penulis : Fijay