AdatKabupaten BuruMalukuNamlea

Suasana Sakral Dan Penuh Hikmat : Komarudin Besan Resmi Dikukuhkan Sebagai Hinolong Baman di Rumah Adat Kubalahin

Namlea, Radartipikor.com — Suasana khidmat, sakral, dan penuh haru menyelimuti Rumah Adat Desa Kubalahin, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, pada Senin (1/6/2026). Di tempat tersebut, telah berlangsung prosesi adat pengukuhan dan pelantikan Komarudin Besan yang resmi dikukuhkan sebagai Hinolong Baman.

Prosesi adat itu menjadi momen bersejarah yang tidak hanya bermakna bagi keluarga besar Besan, tetapi juga bagi masyarakat adat di sekitarnya. Di bawah atap rumah adat yang sarat nilai sejarah dan warisan leluhur, Komarudin Besan kini resmi memikul amanah besar sebagai pemangku adat.

Kehadiran para tokoh adat, tetua tanah dari keluarga besar Besan, serta masyarakat adat sekitar menjadi bukti kuatnya ikatan persaudaraan dan penghormatan terhadap tradisi. Mereka hadir sebagai bentuk dukungan dan legitimasi sosial atas kepercayaan yang diberikan kepada Komarudin Besan untuk mengemban tanggung jawab adat yang baru.

Saat dikonfirmasi Radartipikor.com, Komarudin Besan mengatakan bahwa prosesi pengukuhan dan pelantikan tersebut belum dihadiri oleh para kepala soa. Menurutnya, kegiatan itu masih bersifat internal karena penunjukan dan pengesahan dilakukan oleh para tetua adat di dalam Desa Kubalahin melalui ritual adat dan roh adat.

“Prosesinya masih bersifat internal, karena penunjukan dan pengesahan dilakukan oleh para tetua adat didalam desa Kubalahin yang dilaksanakan melalui ritual adat dan roh adat,” ujar Komarudin Besan.

Ia menambahkan, rencana syukuran dan pengenalan akan diatur kemudian. Pada kegiatan tersebut, pihaknya akan mengundang pemerintah daerah, raja, Kaksodin, Matetemun, serta seluruh kepala soa dan kepala adat dari dataran rendah maupun dataran tinggi.

Dengan resmi disahkannya sebagai Hinolong Baman, Komarudin Besan kini mengemban tanggung jawab yang besar dan mulia. Sebagai pemangku adat, ia dituntut menjadi benteng sekaligus penjaga nilai-nilai luhur, norma, dan adat istiadat yang diwariskan para leluhur.

BACA JUGA  Kirab Pemilu 2024 Menghadirkan 18 Pimpinan Partai Politik

Lebih dari sekadar gelar, jabatan Hinolong Baman menuntut sosok yang mampu menjadi jembatan kebijaksanaan, penengah, dan penyejuk di tengah dinamika kehidupan masyarakat. Peran tersebut dinilai penting untuk memastikan warisan budaya dan kearifan lokal tetap hidup, bernapas, dan relevan di tengah perkembangan zaman.

“Acara pengukuhan dan pelantikan Bapak Komarudin Besan sebagai Hinolong Baman ini adalah momen yang sangat sakral dan menjadi kebanggaan kita bersama. Ini adalah bukti bahwa tradisi kita masih hidup dan kita masih menghormati adat leluhur,” ujar salah satu tokoh adat yang enggan disebutkan identitasnya.

Masyarakat pun berharap agar Komarudin Besan senantiasa diberi kekuatan lahir batin, hikmat kebijaksanaan, serta keteguhan hati dalam memimpin dan mengayomi seluruh lapisan masyarakat. Harapan besar juga disematkan agar ia mampu menjaga marwah dan wibawa adat dengan penuh integritas, kejujuran, dan tanggung jawab.

Selamat dan sukses atas pengukuhan serta pelantikan tersebut. Semoga amanah ini membawa berkah, kedamaian, kerukunan, dan kemajuan bagi masyarakat adat di dataran Waeapo serta wilayah sekitarnya.

 

(Rin)