Aktivis AmbonAmbonMalukuPolitikTrending

Proyek Lapangan Basket Mandala Remaja Terbengkalai, DPW KBPUM Maluku Minta Penjelasan Terbuka

Ambon, Radartipikor.com – Proyek pembangunan Lapangan Basket di Kompleks Mandala Remaja, Karang Panjang, Ambon yang bersumber dari APBD Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2025 hingga kini belum selesai dan belum bisa dimanfaatkan masyarakat. Kondisi ini disorot tajam Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Komunitas Badan Pengawas Uang Masyarakat (KBPUM) Maluku.

Pembangunan lapangan basket yang dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku terhenti dan belum berfungsi sebagaimana mestinya. Padahal fasilitas ini seharusnya menjadi ruang pembinaan olahraga, wadah lahirnya atlet berprestasi, serta sarana positif bagi generasi muda,” ungkap ketua DPW KBPUM Maluku, Ismail M. Lussy dalam keterangannya kepada media ini, Selasa (14/7/2026).

Menurut Lussy, setiap rupiah APBD adalah amanah rakyat yang wajib dikelola secara transparan dan akuntabel. Proyek yang mangkrak mempertanyakan bukan hanya kualitas fisik, melainkan juga tata kelola, pengawasan, dan tanggung jawab penggunaan uang negara.

“Publik berhak mendapat penjelasan
yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan soal status
proyek, realisasi anggaran, pelaksanaan kontrak, hingga rencana penyelesaiannya,” tegas Lussy.

Selain itu, kami KBPUM Maluku meminta ;

1. Transparansi penuh: Pemerintah harus terbuka menyampaikan kendala—baik teknis, administratif, maupun kontraktual—tanpa menutup-nutupi.

2. Pengawasan menyeluruh: Pengawasan tidak boleh sekadar laporan administrasi, tapi harus memastikan hasil nyata dirasakan masyarakat.

3. Pemeriksaan jika ada dugaan pelanggaran: Jika ditemukan penyimpangan aturan, aparat berwenang harus menelusuri secara objektif dan sesuai hukum.

4. Penyelesaian segera: Jika kendala dapat dipertanggungjawabkan, sampaikan alasan dan jadwal pasti kapan fasilitas ini bisa digunakan.

Apa makna di balik persoalan ini?

Lussy menegaskan ini bukan sekadar soal lapangan basket yang belum selesai. Lebih dari itu, persoalan ini adalah soal kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

BACA JUGA  Ketua DPD Nasdem Kabupaten Buru, Santuni Para Tukang Becak dan Tukang Gerobak di Pasar Inpres Namlea

“Kepercayaan adalah modal utama pembangunan. Ini dijaga lewat tata kelola yang jujur, profesional, dan mengutamakan kepentingan umum di atas segalanya. Kami berharap Mandala Remaja segera kembali menjadi pusat olahraga yang layak bagi anak muda Maluku,”pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku belum bisa dikonfirmasi untuk dimintai keterangan klarifikasi terkait proyek dimaksud karena keterbatasan komunikasi.

 

(Rin)