Kabupaten BuruMalukuNamleaTrending

Publik Makin Curiga: Dugaan FAW Menerima Dana Rp750 Juta, Konfirmasi Dua Kali Tak Direspons

Namlea, RadarTipikor.com — Kecurigaan publik semakin meningkat atas dugaan penerimaan dana oleh FAW sebesar Rp750.000.000 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah) dari seorang pengusaha berinisial HI. Dugaan itu muncul setelah RadarTipikor.com menerima sejumlah rekaman percakapan yang menyebutkan adanya penyerahan uang tersebut, namun upaya konfirmasi ke FAW sebanyak dua kali tidak mendapatkan respons.

Rekaman yang diperoleh RadarTipikor.com memuat percakapan antara HI dan beberapa orang yang diduga berkaitan dengan penyerahan dana. Dalam rekaman tersebut terdengar keterangan bahwa selain FAW, sejumlah nama lain juga menerima uang dari HI, antara lain berinisial AAW, HW, dan RN. Sumber suara dalam rekaman bahkan menyinggung keterlibatan beberapa oknum ketua koperasi yang diduga ikut mengambil uang dari HI.

Sumber yang mengklaim mengetahui peristiwa itu menyatakan bahwa dana awalnya diserahkan oleh HI untuk mendukung aktivitas koperasi yang akan dijalankannya. Namun, menurut sumber tersebut, belakangan FAW dan kelompoknya diduga menolak koperasi beraktivitas di kawasan tambang emas Kaku Lea Bumi (Gunung Botak) dengan alasan masalah hak ahli waris dan hak petuanan belum diselesaikan pemerintah. Dialog yang pernah diadakan antara pihak terkait disebut tidak membuahkan hasil.

Rekaman pertama yang diterima RadarTipikor.com berdurasi sekitar tujuh menit lebih. Rekaman itu memuat pernyataan yang mengindikasikan penyerahan dana untuk mendukung koperasi yang dibiayai HI. Di dalamnya juga terdengar klaim bahwa rumah milik RN dibangun menggunakan dana dari HI—bahkan biaya tenaga kerja disebut mencapai ratusan juta rupiah. Selain itu, ada penyebutan pengambilan uang ratusan juta yang melibatkan inisial FAW dan AAW.

“Kami tidak mengetahui uang sebanyak itu, mereka bagikan kepada siapa-saja, tapi uang itu untuk dibagikan kepada keluarga dengan tujuan agar keluarganya mendukung aktivitas koperasi nanti. Dan uang yang diambil itu, semua ada bukti pengambilannya,” ujar pemilik suara dalam rekaman tersebut.

Menurut pemilik suara, pada saat penyerahan dana Rp750 juta awalnya ada rencana agar seorang tokoh adat dan salah satu ketua koperasi menyaksikan proses penyerahan. Namun AAW keberatan sehingga kedua orang tersebut hanya sampai di Ambon dan tidak melanjutkan perjalanan hingga Jakarta.

Lebih lanjut, pemilik suara menyebutkan alur dana sebagaimana terdengar dalam rekaman: HI menyerahkan uang Rp750 juta kepada seorang oknum polisi, yang kemudian menyerahkan uang itu kepada pengacara FAW dan AAW. Pada saat penyerahan itu, menurut sumber, FAW dan AAW turut hadir dan menyaksikan.

Sejauh ini RadarTipikor.com telah mengonfirmasi kabar aliran dana tersebut kepada FAW sebanyak dua kali guna meminta klarifikasi. Namun hingga berita ini diturunkan tidak ada respons dari FAW.

Sementara itu, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Kamis siang (18/12/2025), HI memberi tanggapan singkat. Dalam pesannya HI menulis, “Mohon maaf saya baru mendarat di Namlea ada waktu saya wa ya🙏. Nanti kita atur waktu ketemu baru kita ngobrol-ngobrol ya, saya cuma mohon untuk sementara waktu media yang Pak pimpin dukung pemerintah saja terima kasih banyak🙏.”

Peliput: (TH), RadarTipikor.com

 

 

 

Catatan redaksi: RadarTipikor.com menerima dan memverifikasi rekaman audio yang menjadi dasar pemberitaan ini. Klaim dan tuduhan yang muncul dalam rekaman belum mendapat konfirmasi langsung dari semua pihak yang disebutkan.