AmbonGunung BotakMalukuTNI-Polri

Kasum TNI Letjen TNI Tampubolon  Didampingi Gubernur Dan Tim Satgas PKH Tinjau Gunung Botak Dari Udara

Ambon, Radartipikor.com – Kasum TNI Letjen TNI Richard Taruli H. Tampubolon yang didampingi gubernur Maluku,Hendrik Lewerissa dan Kapolda Maluku dan Kapolda Maluku, Irjen Pol Dadang Hartanto bersama tim satgas Penertiban kawasan Hutan ( PKH ) melakukan peninjauan Udara ke lokasi tambang ilegal gunung botak, pulau Buru Pada Senin (13/4/2026) lalu, sebagai langka awal penertiban aktifitas.

Dalam peninjauan tersebut rombongan Kasum TNI Letjen TNI Tampubolon menggunakan pesawat TNI AL jenis CN-235 Maritime Patrol Aircraft (MPA) dari Bandara Pattimura Ambon, guna melihat langsung kondisi aktivitas penambangan ilegal yang selama ini menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah.

Kegiatan tersebut turut diikuti Gubernur Maluku dan unsur Forkopimda, termasuk Kepala Kejaksaan Tinggi, Kabinda, serta jajaran TNI di wilayah Maluku.

IMG 20260415 WA0007(1)
Gambar : Kasum TNI Letjen TNI Tampubolon mendapat sambutan dari sejumlah petinggi Militer

Informasi yang berhasil diterima menyebutkan bahwa dari pemantauan udara, tim memperoleh gambaran menyeluruh terkait sebaran aktivitas penambangan ilegal, kondisi geografis, serta potensi dampak lingkungan yang ditimbulkan di kawasan Gunung Botak.

Selain itu, Peninjauan tersebut penting untuk melihat kondisi riil di lapangan, sehingga langkah penanganan yang diambil dapat tepat sasaran.

Penanganan tambang ilegal tidak hanya mengedepankan aspek penegakan hukum, tetapi juga memerlukan pendekatan komprehensif yang mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis Satgas PKH dalam mendukung penertiban kawasan hutan serta penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal di wilayah Maluku.

Usai peninjauan, rombongan direncanakan melaksanakan rapat terbatas di kantor Gubernur Maluku guna membahas langkah lanjutan penanganan kawasan gunung botak.

(Rin).

BACA JUGA  Mewakili Bupati Buru, Asisten II Serahkan 700 Tong Sampah Secara Simbolis kepada Warga Kota Namlea