Jubir APBP: Donatur Tambang Bukan Penjual Narkoba, Mereka Pekerja Keras
Namlea, Radartipikor.com — Juru bicara Aliansi Persatuan Bos Penambang (APBP) Kabupaten Buru, Dulman Makatita, angkat bicara soal kehadiran para donatur di kawasan tambang emas Gunung Botak. Pernyataan itu disampaikan melalui rilis WhatsApp kepada Radartipikor.com, Jumat (21/11/2025).
Dulman menegaskan bahwa para donatur—baik warga Buru maupun orang dari luar daerah—bukanlah penjual narkoba. Menurutnya, mereka adalah pekerja keras yang selama ini banyak membantu kehidupan masyarakat di sekitar lokasi tambang. Kehadiran para donatur, kata Dulman, turut mempermudah aktivitas ekonomi warga yang menggantungkan mata pencaharian di kawasan tambang.
Ia menyatakan bahwa bantuan dari para donatur telah berdampak positif terhadap kelancaran perputaran ekonomi di wilayah tambang. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur (bos) yang melakukan pekerjaan di kawasan tambang emas Gunung Botak, Desa Dava, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru. Ucapan ini saya sampaikan karena mereka sudah banyak membantu kehidupan masyarakat,” ungkap Dulman dalam rilisnya.
Dulman juga menyampaikan doa dan harapan agar para bos penambang selalu diberi perlindungan. “Doa terbaik buat semua bos penambang. Semoga Allah selalu melindungi kita semua, amin,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, Jubir APBP kembali menegaskan posisi donatur terhadap tudingan negatif. “Kami mengingatkan bahwa mereka para donatur bukan penjual narkoba, mereka juga bukan melakukan korupsi uang negara, tapi mereka adalah pekerja keras,” kata Dulman Makatita.
Dulman menyebutkan bahwa Aliansi Persatuan Bos Penambang dan masyarakat penambang selalu berada di garis depan memberikan dukungan kepada para donatur yang berkegiatan di kawasan tambang. Pernyataan tersebut dimaksudkan untuk meluruskan persepsi publik dan memberi penegasan atas peran sosial ekonomi yang dijalankan para donatur dalam mendukung kehidupan masyarakat setempat.
Liput: Rin.

