HukrimMinahasa tenggaraPolres MitraSulawesi utara

Dugaan Aksi Premanisme di SPBU Tababo, Keluarga Korban Minta Polres Mitra Segera Tangkap Pelaku Alfa Tora

MITRA, radartipikor.com — Kasus dugaan aksi premanisme yang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tababo, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) kini menggelinding panas. Pihak keluarga korban secara tegas meminta aparat kepolisian, khususnya Polres Mitra dan Polsek Belang, untuk bertindak objektif, tidak memihak, serta segera menangkap pelaku yang dinilai meresahkan masyarakat.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu 07/06/2026 ini melibatkan seorang sopir mobil Isuzu Panther hitam bernama Jefri Puili sebagai korban, dan terduga pelaku berinisial AT alias Alfa Tora, sosok yang santer dikaitkan oleh warga dengan aktivitas pelangsiran BBM jenis solar di wilayah tersebut.IMG 20260608 WA0000

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban, Jefri Puili, sedang mengantre untuk mengisi bahan bakar di SPBU Tababo. Secara mendadak, terduga pelaku Alfa Tora mendatangi korban dan melayangkan tuduhan bahwa korban tengah merekam video atau memotret aktivitas pengisian BBM di dalam area SPBU.

Situasi kemudian memanas. Pelaku diduga melemparkan puntung rokok yang masih menyala ke arah korban, yang posisinya sangat dekat dengan nosel pengisian solar. Tindakan ini dinilai sangat fatal dan membahayakan keselamatan publik karena berpotensi memicu ledakan atau kebakaran hebat di area objek vital tersebut.

Tidak berhenti di situ, pelaku yang diduga berada di bawah pengaruh alkohol langsung menarik baju korban dan melakukan penganiayaan fisik berupa pemukulan secara brutal.

Belum puas menganiaya korban, Alfa Tora diduga langsung kembali ke kediamannya yang berada tepat di sebelah SPBU. Ia kemudian menyalakan sebuah dump truck dan sengaja menabrakkan armada tersebut ke mobil Panther hitam milik korban berulang kali hingga mengalami kerusakan parah.

Pasca-kejadian, Jefri Puili didampingi pihak keluarga langsung mendatangi Mapolsek Belang untuk membuat laporan resmi agar kasus ini segera diusut tuntas tanpa pandang bulu.

BACA JUGA  Kasus Korupsi Lahan Rusun di Cengkareng, Bareskrim Amankan Aset Senilai Rp 700 Miliar

Rentetan peristiwa brutal ini memicu gelombang protes dari pihak keluarga dan warga masyarakat sekitar. Perwakilan keluarga korban menyampaikan sejumlah tuntutan tegas:

• Segera Tangkap Pelaku: Pihak keluarga meminta kepolisian tidak gentar dengan isu-isu yang menyebut pelaku “kebal hukum”. Mereka mendesak agar hukum ditegakkan seadil-adilnya demi keamanan masyarakat.

“Kami hanya meminta keadilan yang seadil-adilnya. Jangan sampai aksi premanisme dan mafia BBM seperti ini dibiarkan merajalela dan merugikan masyarakat kecil,” ujar salah satu perwakilan keluarga korban.

Kini, masyarakat Minahasa Tenggara menaruh harapan besar dan mengawal penuh kinerja aparat penegak hukum. Publik menanti langkah konkret dari Polres Mitra: apakah hukum akan berdiri tegak tanpa pandang bulu, ataukah aksi premanisme ini akan kembali melenggang bebas.

 

(Masyar)