Kodim Namlea 1506MalukuNamrole

Dandim 1506/Namlea Ikuti Kegiatan Fasilitas Agroforestri Pangan dan Energi Perhutani Nasional di Tebat

Namrole, Radartipikor.com — Komandan Distrik Militer (Dandim) 1506/Namlea, Letkol Inf Heribertus Purwanto, S.I.P., M.I.P., mengikuti kegiatan fasilitas agroforestri pangan dan energi Perhutani Nasional yang berlangsung di Desa Tebat, Kecamatan Waesama, pada Jumat (21/11/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan unsur pemerintahan serta tokoh masyarakat, antara lain: Bupati Buru Selatan La Jamidi, SH; Asisten I Buru Selatan Cundrat Herman Waemese, S.P., M.Si; Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Dr. Ilham Tauda, S.P., M.Si; Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Nanang Derlauw; Kepala Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Dr. Kardiyon, S.TP., M.Si; perwakilan Balai Perkebunan Ambon; Kepala Balai Perhutanan Sosial Ambon; Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Waehapu Batu Merah Ambon; Kepala Balai Penerapan Moderasi Pertanian Maluku Dr. Gunawan, S.TP., M.Si; Danramil 1506-05/Wamsisi Kapten Inf Salem Pusung; Kapolsek Waesama Ipda Novi Waleuruw; Camat Waesama Harun Souwakil, S.Sos; serta pimpinan OPD lingkup Pemda Buru Selatan, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan organisasi kepemudaan, dan undangan lainnya.IMG 20251122 WA0002Acara dimulai dengan pemasangan kain lestari sebagai simbol adat kepada Dandim 1606/Namlea, dilanjutkan dengan kegiatan penanaman secara simbolis oleh Dandim dan Bupati Buru Selatan yang menanam padi serta pohon pala dan mangga.

Dalam sambutannya, Bupati Buru Selatan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kementerian Kehutanan, Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial, serta Balai Perhutanan Sosial Ambon atas terselenggaranya kegiatan ini di Kabupaten Buru Selatan. Menurutnya, program ini mendukung misi ketahanan pangan nasional—sejalan dengan upaya menuju swasembada pangan yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat.IMG 20251122 WA0001“Apresiasi juga saya sampaikan atas sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, unit pelaksana teknis kementerian, penyuluh pertanian, pendamping perhutanan sosial, dan seluruh lapisan masyarakat termasuk tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat. Kolaborasi seperti ini adalah kunci keberhasilan pembangunan sektor kehutanan dan pertanian di Maluku, khususnya di Kabupaten Buru Selatan,” ujar La Jamidi.

BACA JUGA  Dugaan Standar Ganda dan Pembodohan Hak Adat di Gunung Botak, ini Pernyataan Ketua Umum Barisan Mahasiswa Bupolo

Bupati menjelaskan bahwa Desa Waelikut menjadi lokasi puncak penanaman hari ini. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat desa dan lembaga pengelola hutan desa berada di garis depan dalam menjaga, mengelola, dan memanfaatkan hutan untuk kesejahteraan bersama secara berkelanjutan. Ia menekankan bahwa agroforestri bukan sekadar praktik menanam, melainkan strategi pembangunan kehutanan yang mengaitkan aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial secara seimbang.

Lebih jauh Bupati menguraikan keterlibatan beberapa kelompok pengelola hutan desa, antara lain: LPHD Desa Waelikut dengan FAPE-PS luas 70 hektar; IPHD Waeraman dengan FAPE-PS luas 45 hektar; Tikbary dengan FAPE-PS wilayah 20 hektar; dan IPHD Waeteba dengan FAPE-PS wilayah 20 hektar. Melalui penanaman pala, mangga, dan padi lahan kering, diharapkan terjadi peningkatan produktivitas lahan, peningkatan pendapatan masyarakat, penguatan ketahanan pangan, serta upaya menjaga kelestarian daerah tangkapan air di Kabupaten Buru Selatan.

Bupati menegaskan bahwa Desa Waelikut dan IPHD lainnya telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program perhutanan sosial. Pemerintah daerah, katanya, tidak akan tinggal diam dan akan terus memberikan dukungan agar perhutanan sosial tidak hanya menjadi izin legalitas, namun benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi desa—membuka lapangan kerja dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar hutan.

“Saya berharap kegiatan ini menjadi langkah maju untuk memperkokoh tata kelola hutan yang produktif dan lestari, serta memberikan manfaat bagi generasi sekarang dan yang akan datang. Semoga apa yang kita tanam hari ini tumbuh menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Kabupaten Buru Selatan,” harapnya.

 

Pewarta: Rin