Tahun Baru 2026: Pengunjung Membludak di Pantai Baikolet, Kamtibmas Tetap Aman dan Terkendali
Namlea, Radartipikor — Di awal Tahun Baru 2026, Pantai Baikolet di Desa Jikumerasa, Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru, Maluku, dipadati ribuan pengunjung. Dukungan cuaca cerah dan hamparan pasir putih yang bersih membuat lokasi wisata itu ramai sejak pagi hingga sore hari, Kamis (1/1/2026).
Pantauan Radartipikor menunjukkan jumlah pengunjung pada puncak kunjungan hampir menembus angka sekitar tiga ribu orang. Meski kerumunan sangat padat, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tercatat aman serta kondusif selama perayaan pergantian tahun hingga sore hari.
Di sela kepadatan pengunjung, Bhabinkamtibmas Desa Jikumerasa, Aipda Ahmad Latupono, yang didampingi Babinsa Ahmad S., menyampaikan kepada Radartipikor.com bahwa sejak malam pergantian tahun 2025–2026 mereka bersama personel Pos Operasi Lilin 2025 telah melaksanakan pengamanan di Pantai Baikolet. “Kami melaksanakan pengamanan sejak malam pergantian tahun sampai pagi dan terus hingga sore ini, sehingga kondisi di lokasi tetap kondusif,” ujarnya.
Latupono menambahkan bahwa kerjasama antara aparat keamanan, Babinsa, dan Pos Operasi Lilin 2025 menjadi kunci terjaganya ketertiban. “Walaupun pengunjung sejak pagi hingga sore terlihat sangat padat, Alhamdulillah berkat kerja sama semua pihak, situasi kamtibmas selalu terjaga aman dan kondusif,” jelasnya.
Selama pelaksanaan pengamanan, lanjut Aipda Latupono, pihaknya juga rutin menghimbau warga setempat dan pengunjung untuk tidak mengonsumsi minuman keras di area wisata. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan para pengunjung yang aktif membantu menjaga ketertiban. “Kami mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada warga setempat maupun para pengunjung yang telah berperan serta membantu menjaga kamtibmas,” tutupnya.
Sementara itu, Pj. Kepala Desa Jikumerasa, Maun Samak, kepada media ini mengatakan berdasarkan jumlah karcis masuk, pengunjung yang memadati Pantai Baikolet pada hari itu mencapai sekitar dua ribu orang. Menurut Samak, data jumlah pengunjung tersebut sesuai dengan catatan karcis yang dikeluarkan oleh pengelola yang dipercayakan oleh pihak Pemdes untuk mengatur dan mengelola lokasi wisata.
Soal biaya, Samak menyatakan tarif masuk dan parkir ditetapkan relatif murah dan terjangkau bagi pengunjung. “Biaya karcis masuk per pengunjung sebesar Rp5.000. Sementara untuk parkir, baik kendaraan roda dua maupun roda empat dikenai biaya Rp10.000,” ujarnya.
Terkait kebersihan, Samak menjelaskan bahwa sudah ada petugas kebersihan yang disiagakan serta fasilitas tong sampah di area pantai. Petugas tersebut akan menanggulangi sampah setelah pengunjung meninggalkan lokasi. Menurutnya, selama pengunjung masih berada di pantai, penanganan sampah menjadi agak merepotkan bagi petugas, sehingga pembersihan paling efektif dilakukan setelah area kosong kembali.
Liput: Rin

