Dpd GolkarKabupaten BuruMalukuPolitik

Setelah Terpilih, Soplestuny Targetkan Golkar Buru Rebut Kursi Ketua DPRD Periode Mendatang

NAMLEA, radartipikor.com – Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Buru terpilih, M. Rum Soplestuny, memasang target ambisius pada Pemilu mendatang. Ia menargetkan partainya merebut kembali kursi Ketua DPRD Kabupaten Buru serta meningkatkan keterwakilan kursi di DPRD Provinsi Maluku. Target ini disampaikan usai dirinya kembali terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD II Partai Golkar Kabupaten Buru.

Soplestuny menegaskan bahwa Partai Golkar Buru menargetkan kemenangan di berbagai tingkatan pemilu, mulai dari Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, Pemilukada Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, hingga Pilkada Calon Bupati dan Wakil Bupati Buru pada 2031 mendatang.

Target Kursi DPRD Kabupaten dan Provinsi

Dalam keterangannya kepada awak media, Soplestuny menjelaskan bahwa pihaknya akan memaksimalkan seluruh kekuatan partai untuk meraih target yang telah ditetapkan.

“Kami menargetkan keterwakilan kursi dari Buru dan Buru Selatan harus ada di DPRD Provinsi. Untuk DPRD Kabupaten, saat ini kita punya 3 kursi. Untuk meraih posisi Ketua DPRD, kami menargetkan minimal 5 kursi pada Pemilu mendatang,” tegas Soplestuny.

Ia juga menyatakan bahwa Golkar Buru akan mengusung kader-kader partai untuk bertarung di Pilkada Kabupaten Buru periode 2031. Hal yang sama juga akan dilakukan untuk Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.

“Dukungan untuk calon presiden dan wakil presiden juga akan kami prioritaskan sesuai dengan keputusan partai,” tambahnya.

Jaidun Sa’anun Mundur, Soplestuny Kembali Pimpin Golkar Buru

Sebelumnya, Musda VI DPD II Partai Golkar Kabupaten Buru sempat diskors karena dinamika internal yang alot. Namun pada musda lanjutan yang digelar di sekretariat Golkar, Jalan Pandopo, Kota Namlea, Sabtu (18/4/2026), rival kuat Soplestuny, Jaidun Sa’anun, secara resmi menyatakan mundur dari bursa calon ketua. Dengan sikap jiwa besar tersebut, Soplestuny pun kembali terpilih memimpin Partai Golkar Buru untuk periode berikutnya.

BACA JUGA  Tudingan Penyalahgunaan Dana Ratusan Juta kepada Eks Bendahara Terbantahkan setelah Warga Palang Kantor Desa Grandeng

Langkah mundur Jaidun Sa’anun disebut-sebut menyusul langkah tegas DPD Partai Golkar Provinsi Maluku yang memanggil kedua kandidat untuk menyelesaikan dinamika tajam yang sempat mencuat di internal partai.

Mario Solissa: Musda Penuh Dinamika, Saatnya Bangun Solidaritas

Dalam sambutannya, perwakilan DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku, Mario Solissa, mengakui bahwa Musda VI Partai Golkar Kabupaten Buru berlangsung penuh dengan dinamika yang tajam dan alot. Namun, segala proses telah dilalui dan diputuskan untuk bersama-sama membangun partai.

“Ini adalah era baru, baik di level nasional maupun Maluku. Kami tidak dipesankan untuk dipisahkan, tapi untuk penegakan organisasi. Kesimpulan penting menyangkut solidaritas untuk momen-momen politik ke depan,” ujar Mario.IMG 20260418 WA0009

Ia juga menyampaikan bahwa ketua umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam Musda di Maluku Utara menyampaikan filosofi “bertanding untuk bersanding”. Filosofi itu, menurut Mario, berhasil diimplementasikan dalam Musda Golkar Buru.

“Bertanding untuk bersanding. Implementasi ini menjadi catatan penting yang harus dilakukan di semua kabupaten kota yang akan melaksanakan musda ke depan,” pungkasnya.

Mario juga mengingatkan kepada kepengurusan baru untuk segera menyelesaikan struktur partai hingga tingkat kecamatan sebagai persiapan pelantikan dan musyawarah kecamatan.

 

(Rin)