Manggarai baratNgadaNtt

Dapur MBG Milik Anak Bupati Ngada Diduga Bermasalah, Sejumlah Rekomendasi Evaluasi Belum Dipenuhi

Ngada, Radartipikor.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ngada kembali menjadi sorotan. Kali ini, sebuah dapur MBG yang dikelola Yayasan Mutiara Karya Permai, milik Antonius Vander Saveriegel Rani yang disebut merupakan anak Bupati Ngada, Raimundus Bena, diduga masih menyisakan sejumlah persoalan dalam pengoperasiannya.

Dapur MBG yang berlokasi di Desa Bolonga, Kabupaten Ngada, itu sebelumnya juga dikabarkan pernah bermasalah setelah beberapa siswa mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari dapur tersebut. Peristiwa itu kemudian memicu evaluasi dari Badan Gizi Nasional.

Hasil evaluasi tersebut disebut menemukan 20 item kekurangan pada dapur MBG dimaksud. Pada bulan Januari, pihak terkait kemudian menyurati yayasan untuk menindaklanjuti temuan itu.

Namun, setelah lima bulan surat tersebut dikirimkan, baru dua kekurangan yang dipenuhi oleh pihak yayasan, yakni talenan dan tempat nasi. Sementara sejumlah rekomendasi lain yang dinilai vital untuk operasional dapur, hingga kini belum dipenuhi.

Beberapa kekurangan yang disebut belum ditindaklanjuti antara lain grease trap, rak penyimpanan bahan makanan matang, akses menuju toilet, penutupan sayuran, alat penimbang makanan, serta beberapa perlengkapan penting lainnya yang berkaitan dengan standar pengolahan makanan.

Meski demikian, dapur yang disebut sebagai lokasi pertama kasus keracunan makanan di Kabupaten Ngada itu masih tetap beroperasi. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran dari sejumlah pihak karena seluruh kekurangan yang direkomendasikan belum sepenuhnya dipenuhi.

Menurut sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, dapur tersebut seharusnya tidak lagi melayani makanan bergizi gratis sebelum seluruh catatan evaluasi dipenuhi. Sumber itu menilai dapur tersebut masih berada dalam status yang patut diwaspadai.

“Kondisi ini seharusnya dapur ini tidak boleh melayani makanan bergizi gratis alias di suspect,” ujar sumber tersebut.

BACA JUGA  Korban Ungkap Kerugian yang Dialami Pasca Kebakaran, Berharap Mendapat Respon Pemda Manggarai Bara

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak yayasan maupun putra Bupati Ngada yang disebut sebagai pemilik yayasan belum memperoleh tanggapan hingga berita ini diturunkan.

(Fijay)