Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX di Manggarai Barat, Bupati Pimpin Upacara dengan Tema Asta Cita
LABUAN BAJO, radartipikor.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX tingkat kabupaten tahun 2026 di lapangan upacara Kantor Bupati setempat, Senin (27/4/2026). Upacara dimulai pukul 07.30 Wita dan dipimpin langsung oleh Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, S.E., dengan tema “Dengan Otonomi Daerah kita wujudkan Asta Cita”.
Rangkaian upacara berlangsung khidmat, diawali dengan masuknya komandan upacara, laporan perwira kepada inspektur upacara, penghormatan, pembacaan teks Pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan sejarah otonomi daerah, pembacaan amanat Menteri Dalam Negeri, doa, serta diakhiri foto bersama.
Turut hadir dalam upacara tersebut sejumlah pejabat, antara lain:
· Ketua DPRD Manggarai Barat, Benediktus Nurdin
· Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai Barat, Yoanes Kardinto, S.H., M.H.
· Ketua Pengadilan Negeri Labuan Bajo, Isdaryanto, S.H., M.H.
· Sekretaris Daerah Manggarai Barat, Drs. Fransiskus Sales Sodo
· Komandan Kodim 1630/Manggarai Barat, Letkol Inf Budiman Manurung, S.E., M.I.P.
· Danlanal Labuan Bajo, Letkol Laut (P) Aan Harminanto, Psc.(J)
· Kabag Ops Polres Manggarai Barat, Kompol I Wayan Merta, S.H.
· Danpos TNI AU Labuan Bajo, Letda Sus Aziz Nugroho
· Danki Brimob Labuan Bajo
· Kepala KSOP Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto
· Koordinator Basarnas Labuan Bajo, Arief
· Para kepala dinas Pemda Kabupaten Manggarai Barat
Peserta upacara terdiri dari satu peleton Kodim 1630/Manggarai Barat, satu peleton Lanal Labuan Bajo, satu peleton Polres Manggarai Barat, satu peleton Satpol PP Manggarai Barat, satu peleton Damkar Manggarai Barat, serta dua kompi anggota Korpri Manggarai Barat.
Dalam amanat yang dibacakan Inspektur Upacara, Menteri Dalam Negeri menyampaikan beberapa poin penting terkait peringatan Hari Otonomi Daerah Tahun 2026:
1. Implementasi Asta Cita – Daerah diharapkan mengoptimalkan kewenangannya untuk mempercepat pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, dan mendorong kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan demi mendukung visi Asta Cita.
2. Sinergi Pusat dan Daerah – Mendagri menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang kuat untuk memperkuat integrasi nasional dan pemerataan pembangunan, tidak hanya berpusat pada satu wilayah.
3. Inovasi dan Efisiensi – Otonomi daerah dimaknai sebagai ruang untuk berinovasi, meningkatkan kinerja, dan mendekatkan pelayanan publik yang berkualitas, cepat, dan transparan kepada masyarakat.
4. Penguatan Pengawasan dan Dana Otsus – Mendagri menegaskan komitmen untuk memperkuat pengawasan dan mengoptimalkan implementasi dana otonomi khusus agar tepat sasaran.
5. Integritas dan Profesionalisme – Pemimpin daerah dituntut mengedepankan etika dan profesionalisme dalam menjalankan kebijakan desentralisasi untuk menciptakan pemerintahan yang baik (good governance).
6. Pembangunan Berkelanjutan – Otonomi daerah dijadikan instrumen strategis untuk kemandirian daerah, meningkatkan daya saing, dan mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Upacara selesai pada pukul 08.00 Wita dalam keadaan aman dan lancar.
(Redaksi)

