AmbonMaluku

Isu Keterlibatan Oknum TNI Dalam Penggusuran Brutal PT. BBA Dipulau Key Besar, Ini Klarifikasi Kapendam XV/Pattimura

Ambon, Radartipikor.com -,Pemberitaan yang menyebutkan keterlibatan oknum TNI dalam mengawal PT.Batulicin Beton Asphal ( BBA ) yang melakukan penggusuran brutal terhadap tanah dan tanaman warga di pulau Kei Besar, Maluku. Kamis, (27/11/2025 ).

Menanggapi isu tersebut, dalam klarifikasinya, Kapendam XV/Pattimura, Kolonel Inf Heri Krisdianto, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan perlu diluruskan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Kapendam menjelaskan keberadaan TNI di lokasi tersebut adalah untuk mendukung Proyek

Strategis Nasional (PSN) khususnya pembangunan Food Estate di Papua Selatan. Proyek ini dinilai sangat penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“TNI hadir untuk mendukung kelancaran distribusi material pembangunan infrastruktur Food Estate, bukan untuk membackup perusahaan atau bertentangan dengan masyarakat,” tegas Kolonel Inf Heri Krisdianto,Selasa kemarin beberapa hari kemarin.

Klarifikasi tersebut dikuatkan oleh pernyataan Ketua AMKEI Ambon, Afendi Notanubun, yang juga merupakan tokoh adat dari tiga desa di Kei Besar, yaitu Ohoiwait, Mataholat, dan Wetuar. Afendi membantah keras tuduhan adanya penggusuran brutal oleh PT BBA di wilayah Ohoiwait, Kabupaten Maluku Tenggara. Ia menjelaskan bahwa pernyataan Prof. Dr. Zainuddin Notanubun, M. P tidak sesuai fakta di lapangan, bahwa proses penggusuran lahan di Walar, Desa Ohoiwait, dilakukan setelah melalui ritual adat yang melibatkan unsur adat, pemerintahan, hingga aparat desa dan muspika. “Lahan yang digusur telah diberikan izin dan prosesnya disaksikan langsung oleh para pemilik lahan,” jelas Afendi.

Terkait aspek legalitas dan kesepakatan pembebasan lahan, Kapendam XV/Pattimura menegaskan bahwa hal tersebut bukan kewenangan Kodam XV/Pattimura. Proses legalitas dan harga pembebasan lahan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah dan kesepakatan antara perusahaan dengan warga. Ia berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara bijaksana.

BACA JUGA  𝙋𝙤𝙡𝙚𝙢𝙞𝙠 𝙍𝙖𝙣𝙥𝙚𝙧𝙙𝙖 𝘼𝙡𝙞𝙝 𝙎𝙩𝙖𝙩𝙪𝙨 𝘿𝙚𝙨𝙖 𝙈𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙉𝙚𝙜𝙚𝙧𝙞 𝙙𝙞 𝙆𝙖𝙗𝙪𝙥𝙖𝙩𝙚𝙣 𝙎𝙚𝙧𝙖𝙢 𝘽𝙖𝙜𝙞𝙖𝙣 𝘽𝙖𝙧𝙖𝙩

Kapendam menambahkan, keberadaan PT BBA di Ohoi Nerong dari segi ekonomi telah memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat lokal,”Tutupnya.

(Rin)