Gunung BotakKabupaten BuruKodim Namlea 1506Maluku

Dandim 1506 Namlea Pantau Pemasangan Patok Batas di WPR Lea Bumi oleh 10 Koperasi

Namlea, Radartipikor.com — Memasuki hari ke-11 operasi penertiban, personel Satgas terus melaksanakan pengosongan, penertiban, dan penataan di kawasan pertambangan emas tanpa izin (PETI) Gunung Botak. Untuk memastikan proses pemasangan patok batas berjalan sesuai rencana, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1506/Namlea, Letkol Inf Heribertus Purwanto, S.I.P., M.I.P., melakukan pemantauan langsung terhadap lanjutan pemasangan patok koordinat batas di wilayah pertambangan rakyat (WPR) Tanah Lea Bumi, Petuanan Adat Kaiely, Pulau Buru.

Dandim tiba di Dusun Wamsaid, Kecamatan Waleata, Kabupaten Buru pada Kamis, 11 Desember 2025. Kehadiran pimpinan Kodim tersebut bertujuan untuk memantau perkembangan pelaksanaan pengamanan dan pemasangan patok yang dikerjakan oleh Tim Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku bersama perwakilan sepuluh koperasi yang mendapatkan penetapan area di WPR tersebut.IMG 20251211 WA0007Menurut keterangan di lokasi, tim ESDM Provinsi Maluku bersama pengurus sepuluh koperasi saat itu bergerak menuju masing-masing pos sesuai pembagian wilayah berdasarkan peta blok (IPR) seluruh areal tambang Gunung Botak. Pelaksanaan pemasangan patok ini merupakan bagian dari upaya menindaklanjuti instruksi presiden untuk menata dan memberi kepastian status kawasan yang sebelumnya dianggap ilegal.

Pos-pos Satgas gabungan yang tersebar di lima area dilaporkan sudah memiliki personel dan pengamanan terpadu. Setiap pos dipimpin oleh seorang Perwira Pengendali (Padal). Rincian penempatan personel di lapangan adalah sebagai berikut:

•Pos Pengamanan areal Anahoni: ditempati 56 personel.

•Pos Pengamanan areal Tanah Merah: ditempati 40 personel.

•Pos Pengamanan areal Janda: ditempati 40 personel.

•Pos Pengamanan areal Gunung Batu: ditempati 40 personel.

•Pos Pengamanan areal Longsoran: ditempati 40 personel.

Personel Pos Satgas merupakan gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP yang siaga di wilayah masing-masing. Selain pengamanan statis di pos, tim juga melakukan patroli rutin pada sektor-sektor yang telah ditentukan guna memastikan situasi tetap kondusif dan mencegah kembalinya aktivitas penambangan ilegal.IMG 20251211 WA0006Dandim 1506/Namlea juga melakukan pengecekan terhadap Pos Satgas gabungan yang mulai ditempatkan sejak 9 Desember lalu. Dalam pemeriksaan tersebut, pimpinan Kodim meninjau kesiapan personel, perlengkapan pengamanan, serta koordinasi antarinstansi yang terlibat dalam pengamanan dan penataan WPR.

BACA JUGA  Untuk Menjaga Kamtibmas Aman dan Kondusif, Polsek Waplau Lakukan Patroli di Titik Rawan

Hasil pantauan di lapangan melaporkan situasi area tambang emas ilegal Gunung Botak dalam keadaan aman dari keberadaan penambang ilegal. Menurut pengamatan dan informasi dari petugas di lokasi, diperkirakan sekitar 99,9 persen penambang telah meninggalkan kawasan Tanah Lea Bumi, sehingga proses pemasangan patok dan pengaturan wilayah dapat berjalan lebih lancar.

Kegiatan pemasangan patok oleh Dinas ESDM Provinsi Maluku bersama perwakilan sepuluh koperasi dan pengamanan oleh Satgas gabungan diharapkan memberikan kepastian tata ruang dan status hukum bagi pengelolaan sumber daya tambang di daerah tersebut, sekaligus menegakkan aturan untuk menekan praktik PETI yang menimbulkan berbagai dampak sosial dan lingkungan.

Liputan: (TH)