IMM Buru Nyatakan Dukungan Penuh Kepada TNI Dalam Penertinan Tambang Gunung Botak
Namlea, Radartipikor.com – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Buru menyatakan sikap tegas dan memberikan dukungan penuh kepada TNI dalam upaya penertiban dan pengamanan aktivitas tambang ilegal Gunung Botak. Langkah tegas yang diambil oleh aparat keamanan dinilai sangat tepat dan mendesak demi menjaga kelestarian alam serta kepentingan masyarakat luas.
Pernyataan tegas tersebut disampaiakn Ketua Bidang Hikmah Dan Kebijakan Politik Pimpinan Cabang IMM Buru, Rusdian Siompu menyampaikan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi akibat penambangan tanpa izin (PETI) sudah sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, tindakan tegas yang dilakukan oleh TNI harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi mahasiswa,”ujarnya.
Siompu, sangat mengapresiasi dan mendukung penuh langkah yang diambil oleh TNI. Kehadiran TNI di lokasi bukan hanya untuk menertibkan, tetapi juga untuk menyelamatkan masa depan lingkungan kita. Tambang ini telah merusak ekosistem dan membahayakan keselamatan warga sekitar,” ungkapnya kepada Radartipikor.com, Selasa (28/04).
Lebih lanjut dijelaskan, sebagai organisasi yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan, IMM sangat menjunjung tinggi prinsip menjaga bumi dan isinya. Aktivitas tambang yang tidak terkontrol jelas bertentangan dengan ajaran untuk tidak merusak muka bumi.
“Kami tidak ingin wilayah ini hanya kaya secara ekonomi sesaat, tapi hancur secara ekologis selamanya. Penertiban ini harus dilakukan secara hukum adat maupun hukum negara agar tidak ada lagi pihak-pihak yang merasa memiliki kekuatan untuk merampas hak alam dan masyarakat,” tambah Siompu yang sekaligus merupakan salah satu calon kandidat ketua IMM Buru Periode 2026-2027.
“Setelah saya menjadi Ketua Umum nanti, IMM Buru akan terus hadir dan mengawal. Kami tidak ingin penertiban ini hanya berlangsung sesaat, lalu kembali berulang. Kami ingin ada perubahan yang nyata, permanen, dan berkelanjutan,”
IMM juga berharap agar penertiban ini tidak hanya bersifat sementara, namun menjadi langkah awal untuk pemulihan lingkungan yang berkelanjutan. Mahasiswa siap bersinergi dan bergerak bersama untuk mengawal proses ini agar berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku, demi terciptanya wilayah yang aman, tertib,
“Kami mengajak seluruh masyarakat Buru untuk turut mendukung dan menjaga situasi agar proses penertiban ini berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” tutupnya.
(Rin).

