BudayaKalimantan TimurKesenianSamarinda

Kreativitas Tanpa Batas di Hari Kebaya Nasional: Desainer Musrifa Gilfa Sulap Kain Perca Menjadi ‘Pamcarona Kebaya’ yang Memukau di Big Mall Samarinda

RADAR TIPIKOR, SAMARINDA
Dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional yang jatuh pada tanggal 31 Juni Dewan Pengurus Daerah Perempuan Indonesia Maju Kalimantan Timur (DPD PIM Kaltim) menggelar perhelatan budaya akbar di Big Mall Samarinda
Acara yang berlangsung meriah ini menjadi panggung kolaborasi epik yang menampilkan keragaman eksotisme budaya bertajuk “Pesona Nusantara”.
[1] Salah satu sorotan utama dalam acara ini datang dari wawancara live bersama Ibu Musrifa Gilfa, seorang desainer visioner sekaligus pemilik brand fashion lokal Gilfante.

 

Melalui wadah komunitas Yarn Creative and Education Samarinda, beliau sukses menggandeng Mahakam Business Smart Fiesta (MBSF) serta MUA Community Samarinda untuk bersama-sama menyuguhkan sebuah peragaan busana yang inovatif dan sarat akan pesan mendalam.
Pada kesempatan kali ini, brand Gilfante memamerkan koleksi rancangan kebaya yang sangat elegan namun dibuat dengan metode yang tidak biasa. Alih-alih menggunakan lembaran kain baru, Ibu Musrifa Gilfa justru memanfaatkan limbah kain perca yang selama ini terbuang. Di tangan dinginnya, potongan-potongan sisa kain tersebut dirangkai kembali secara apik hingga melahirkan karya seni baru bernilai estetika tinggi yang diberi nama “Pancarona Kebaya”.
Saat diwawancarai oleh awak media, Ibu Musrifa Gilfa mengungkapkan filosofi kuat di balik mahakaryanya tersebut. Beliau mengusung sebuah ide besar bahwa setiap potongan kain perca sejatinya memiliki kesempatan untuk mendapatkan “kehidupan baru”.
Sesuatu yang awalnya dianggap sampah atau tidak lagi berguna, apabila disentuh dengan kreativitas, inovasi, dan ketekunan, dapat bermutasi menjadi sebuah busana nasional yang memancarkan keanggunan wanita Nusantara.
Langkah inovatif yang ditunjukkan oleh Gilfante bersama komunitas Yarn Creative and Education Samarinda ini tidak hanya berhasil memukau para pengunjung Big Mall Samarinda, tetapi juga memberikan pesan edukasi yang kuat mengenai pentingnya konsep sustainable fashion (fashion berkelanjutan) di era modern. Melalui momentum Hari Kebaya Nasional 2026 ini, eksistensi kebaya terbukti mampu berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan daur ulang limbah tekstil yang berdaya saing tinggi. (RT/Edna Luna/53)

BACA JUGA  Yayasan 86 Berkah Gelar Sunat Massal Gratis ke-20 di RT 14 Mugirejo, Samarinda