Kpk dinilai Tidak punya nyali untuk panggil periksa kepada Luhut Binsar Panjaitan yang pegang kendali di perusahan PT. IWIP
Di tengah merosot nya ekonomi di kalangan
masyarakat kecil yang dulu nya masyarakat mencari se suap Nasi untuk mempertahan kan menghidupi anak anak dan istri dari Hasil jerih payah mereka tanam seperti Pohon Sagu dan umbi ubian batatas dan
tangkapan ikan bahkan keluarga mereka se hari hari di waktu belum masuk
nya perusahan Weda by Nikel(WBN) yang
sekarang sudah di kenal dengan Luas PT. IWIP dan di ikuti oleh perusahan
kontraktor Lain nya Di waktu Kehidupan
dahulu masyarakat sangat begitu hidup sejahtera dan hidup bahagia saling ber
bagi makanan dari hasil yang mereka tanam sendiri bahkan dari ikan yang mereka pancing sendiri saling ber bagi kepada satu sama yang lain yang ada di sekitar perkampungan yang ada seperti
desa kobe gunung kobe pantai Lukulamo desa transmigrasi woe kob desa woe bulen lelilef sawai desa gemaf dan desa sagea itu di zaman dulu hidup ber tetangga sangat lah senang dan Bahagia bersama keluarga anak istri dan keluarga mereka walau pun hidup mereka hanya ber gantung di dalam DOA,dan hasil makanan dari pohon sagu umbi umbian dan ikan hasil pancing mereka sendiri dan jerat burung Luri di hutan Tapi di saat perusahan weda by Nikel atau WBN yang sekarang sudah menjadi viral dengan
sebutan PT. IWIP timbul lah bujuk rayuan maut meng atas nama kan dari pihak perusahan dan dan di dampingi oleh pihak aparat hukum (APH) di saat itu lah timbul bujuk mem bujuk kepada masyarakat yang masih awam dan tidak tau akan aturan bagaimana harga nya per meter lahan yang ada bahkan perusahan sudah masuk di lokasi lahan hak tanah kebun nya masyarakat Belum di bayar kan ketika masyarakat komplain blokade jalan lahan mereka secepat itu pula dari pihak aparat hukum(APH) datang membubar kan aksi mereka “saya kok bingung ini ada lah tanah
kami dan kami ber hak karna lahan tanah kami itu ada lah harta satu satu nya peninggalan warisan dari orang tua kami nenek moyang kami emang nya orang cina yang ada di perusahan datang di Weda tengah apa kah nenek moyang nya orang cina ada tanah dan lahan di mana yang
mereka bawa di sini dari cina ke weda tengah” ungkap salah satu warga lelilef sawai yang meminta nama nya tidak usah di sebut kan karna dia ada lah selaku orang tua adat di dalam desa. warga ini pun menambah kan, saya ini orang tua
yang cuma duduk di bangku sekolah dengan pendidikan SD. saja tidak tamat tapi setau saya nama nya harga tanah itu yang di dekat wilayah areal lingkar pertambangan itu saya sudah tanya kan langsung kepada orang pertanahan (BPN) di weda bahwa kalau harga tanah yang di dekat lingkar pertambangan itu ada lah 300 ribu rupiah per meter nya saya bahkan seperti kayak di
sambar petir kenapa mereka orang orang
nya dari pihak perusahan dari Weda by Nikel dan PT.iwip yang putus kan harga per meter nya ada 2500.rupiah ada 7000.ribu rupiah ada 9 ribu rupiah ada 12 ribu rupiah bahkan hargapaling tertinggi ada lah 35 ribu rupiah per meter harga Lahan nya kita dari masyarakat yang perusahan bayar sedang kan pihak Pertanahan sudah kasih tau bahwa harga nya yang sebenarnya ada 300 ribu rupiah per meter nya ber arti kan di dalam lingkup nya dari perusahan weda by
Nikel dan PT. IWIP.berarti Selama ini sudah membodohi kami warga Masyarakat yang awam.
Pantasan saja orang nya dari perusahan PT.IWIP khusus nya bagian pembuatan peta dan orang pengukuran Lahan dari pihak perusahan PT. IWIP sangat kaya kaya seperti suratman dan Badar di kampung nya Suratman punya rumah luar dalam isi nya mewah bisa punya mobil pribadi
dengan harga nya yang sangat fantastis ber main proyek di kota weda kan kalo mau di pikir kan gaji karyawan PT.iwip Hampir semua nya sama pantasan volume ukuran tanah lahan masyarkat Lingkar tambang tumpang tindih dari ukuran manual kami mereka tidak .mau akui dengan ukuran
lahan pakai meter manual harus pakai ukuran nya pihak perusahan pakai alat GPS.satelit masa kalau lahan kami ada yang kena di gunung itu tidak di hitung ber arti ini kan sudah jelas menggelap kah hak nya kami masyarakat Ketika di tanya semua dari pusat yang tentukan kita ini hanya selaku pekerja di lapangan semua ini yang pegang kendali ada lah mister kevin dan Luhut Binsar panjaitan ber arti yang berikan
harga lahan ter sebut ada lah mister kevin dan Luhut Binsar panjaitan karna Luhut Binsar panjaitan punya saham di PT. IWIP saya selaku tokoh adat warga masyarakat yang ada saya meng Himbau agar dari KPK jangan tidur karna sarang nya korupsi paling ter banyak ada di perusahan mereka sudah merusak hutan alam kami Dan merampok harta kekayaan kami di bawa ke luar mereka cuma tinggal kan bencana di
wilayah kami merusak alam hutan kami pembayaran lahan kami pun tidak se suai dengan apa yang kerugian kita alami dari kami membentuk keluarga kami cuma dari hasil tanah kami yang selama ini yang memberikan hidup kepada anak cucu kami Ketika masa kontrak kerja ber ahkir di bukan sedikit air mata anak cucu kami mengalir dan bencana pasti akan melanda karna tanah kami ini di isi dan di awali dengan adat dan istiadat kena dampak nya bukan kepada mereka orang cina yang ada di perusahan tapi yang kena getah nya kita sendiri orang pribumi yang ber diam di desa kami atau di ampung kami masing..bukan mereka yang akan dapat bencana tapi kami yang akan mendapat kan bencana karna pemerintah daerah mata mereka sudah di buta kan oleh ke rakusan dan keserakahan dan mencari
kepentingan masing masing yang ada di setiap dinas dan instansi yang ada di dalam daerah sampai meng ahkibat kan Nasib masyarakat dan anak cucu kami tidak tau bagai mana akan jadi nya masa depan generasi meraka yang akan datang,,

Penulis : DODI

