Aktivis AmbonAmbonDprdMaluku

Kinerja Valentino Amarhosea Disorot, Aktivis Pertanyakan Kehadiran di DPRD Kota Ambon

Ambon, Radartipikor.com — Kinerja anggota DPRD Kota Ambon dari Fraksi Partai Gerindra, Valentino Amarhosea, menjadi sorotan publik. Ia disebut jarang berkantor di Ambon dan diduga lebih sering berada di Jakarta dengan alasan menjalankan penugasan partai.

Kondisi tersebut memicu kritik dari aktivis Maluku, Mujahidin Buano. Ia menilai jika benar Valentino lebih banyak berada di luar daerah namun tetap menerima hak sebagai anggota dewan secara penuh, maka hal itu patut dipertanyakan.

“Ini sangat memprihatinkan dan tidak bisa ditoleransi. Rakyat memilih wakilnya untuk berkantor di Ambon, memperjuangkan aspirasi daerah, bukan untuk menjadi petugas partai yang menetap di Jakarta. Jika benar ia menerima hak-haknya penuh sebagai anggota dewan namun tidak menjalankan kewajibannya, maka yang bersangkutan diduga kuat telah makan gaji buta,” tegas Buano kepada media ini, Senin (22/6/2026).

Mujahidin juga mengingatkan bahwa ketidakhadiran anggota dewan secara berulang kali bukan hanya persoalan etika, tetapi juga dapat berkaitan dengan aturan kedewanan dan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3. Menurutnya, anggota dewan yang tidak menghadiri rapat paripurna atau rapat alat kelengkapan dewan beberapa kali berturut-turut tanpa alasan yang sah dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Secara regulasi, ada dugaan pelanggaran disiplin yang nyata di sini. Tugas partai tidak bisa dijadikan tameng untuk menabrak aturan perundang-undangan dan tata tertib DPRD. Badan Kehormatan DPRD Kota Ambon harus segera memanggil yang bersangkutan. Jangan dibiarkan ada hak rakyat yang dikorbankan demi kepentingan pribadi atau kelompok,” lanjut Buano.

Menurut Mujahidin Informasi yang dihimpun di lingkungan Gedung Rakyat Belakang Soya menyebutkan bahwa kehadiran Valentino dalam kegiatan kedewanan memang sangat minim. Sejumlah rekan kerjanya di Komisi III DPRD Kota Ambon menyebut, sejak dilantik, Valentino diduga baru satu kali menghadiri rapat paripurna, sementara pada agenda lainnya kerap tercatat absen.

BACA JUGA  Kapolres Pulau Buru Gelar Rapat Monitoring Evaluasi Dan Asistensi Tupoksi Propam Dalam Rangka Mitigasi Pencegahan Pelanggaran Anggota

Mujahidin menambahkan Minimnya kehadiran politisi Gerindra itu juga dikabarkan dirasakan oleh sejumlah pejabat di Pemerintah Kota Ambon. Dalam sejumlah rapat koordinasi antara legislatif dan eksekutif, sosok Valentino disebut jarang terlihat.

“Mungkin sering tugas luar daerah oleh partainya. Makanya kita lihat yang bersangkutan jarang ada di rapat-rapat bersama Pemkot,” ungkap salah satu sumber di lingkup Pemkot Ambon.

Kekecewaan juga datang dari para konstituen yang dulu berjuang keras agar Valentino dapat duduk di kursi DPRD. Mereka menilai komunikasi yang dahulu terjalin baik kini hampir tidak lagi ada. Pesan singkat maupun panggilan telepon dari warga di daerah pemilihannya, menurut mereka, kerap tidak mendapat respons.

“Kalau dulu waktu berjuang, kita telepon atau kirim pesan langsung dibalas cepat. Tapi belakangan ini tidak ada sama sekali. Ya, mungkin sudah sibuk di Jakarta dan lupa kami di Ambon,” keluh salah satu konstituen dengan nada kecewa.

Lanjut Mujahidin Menurutnya Valentino Amarhosea sendiri dikenal sebagai orang dekat Ketua DPD Partai Gerindra Maluku, Hendrik Lewerissa, yang kini menjabat sebagai Gubernur Maluku. Sebelum terpilih menjadi anggota DPRD, Valentino disebut pernah menjadi staf ahli Hendrik Lewerissa saat masih menjabat sebagai anggota DPR RI dari Dapil Maluku. Pengalaman tersebut diduga menjadi alasan mengapa ia kerap mendapat tugas khusus dari partai di Jakarta.

Namun demikian, publik dan sejumlah rekan kerjanya di DPRD mulai mempertanyakan urgensi tugas-tugas tersebut. Bahkan, beredar pula isu di kalangan politik lokal bahwa keberadaan Valentino di Jakarta diduga tidak semata-mata berkaitan dengan urusan partai, melainkan juga ada urusan pribadi, Ungkap Aktivis tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Valentino Amarhosea maupun pihak Fraksi Gerindra DPRD Kota Ambon terkait dugaan jarang masuk kantor masih terus dilakukan.

BACA JUGA  Warga Waploy Cemaskan Sumur Tercemar Limbah Beracun Akibat Maraknya Tong Ilegal

Sumber: Mujahidin Buano