Ketua DPD I Golkar Maluku Buka Musda ke-VI Partai Golkar Kabupaten Buru
NAMLEA, radartipikor.com – Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku, Umar A. Lessy, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI DPD II Partai Golkar Kabupaten Buru. Pembukaan berlangsung di Kai Nawa Hotel, Kota Namlea, pada Jumat (10/4/2026), dengan mengusung tema “Golkar Solid Indonesia Maju”.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Bupati Buru Ikram Umasugi, Wakil Ketua Koordinator Kepertaian DPD I Golkar Maluku Ricard Rahakbauw, Wakil Ketua Depider Soksi Provinsi Maluku Rohalim Boy Sangadji, Wakil Ketua Harian DPD I Golkar Maluku Ir. Ridwan Rahman, Wakil Ketua Bappilu Buru dan Buru Selatan Elly Toisyuta, Ketua DPD II Golkar Buru M. Rum Seplustuny, Wakil Ketua DPRD Buru Jaidun Sa’nun, Sekda Kabupaten Buru Azis Tomia, anggota DPRD Buru Adhy Tukuboya (Gerindra) dan Hartini Wamnebo (PPP), serta fungsionaris, pengurus, kader Partai Golkar se-Kabupaten Buru, OKP Cipayung Plus Cabang Buru, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Umar Lessy menjelaskan sejarah singkat Partai Golkar. Ia menyampaikan bahwa Golkar lahir dari sejarah panjang penantian berdirinya Sekretariat Bersama Golongan Karya pada tahun 1964.
“Golkar hadir sebagai kekuatan yang menghimpun berbagai elemen masyarakat dalam satu pesan kekaryaan dengan doktrin karya kekaryaan. Nilai-nilai itulah yang membuat Golkar tetap bertahan dengan tertib dan relevan dalam setiap momen,” ujar Lessy.
Lessy menegaskan bahwa Kabupaten Buru memiliki posisi yang sangat strategis dalam perjalanan Partai Golkar di Provinsi Maluku. Ia mengingatkan para kader agar tidak melupakan fakta bahwa Buru adalah basis utama, bahkan pernah menjadi lumbung utama Partai Golkar di Maluku.
“Saya menyampaikan satu catatan sebagai referensi dalam sejarah perjalanan Golkar di kabupaten bertajuk Bupolo ini. Pada Pemilu 2009, Golkar berhasil meraih 8 kursi di DPRD Kabupaten Buru dan mendapatkan posisi sebagai Ketua DPRD. Bukan itu saja, pada Pemilu 2014 Golkar kembali dominan dengan meraih 9 kursi, hingga di Pemilu 2019 kembali menjadi Ketua DPRD,” paparnya.
Lebih lanjut, Lessy menyebut kontribusi suara dari Kabupaten Buru sangat signifikan dalam menopang kursi Golkar di DPRD Provinsi, khususnya untuk dapil Buru dan Buru Selatan. Bahkan, Golkar pernah mencatat dua kursi dari dapil Pulau Buru.
“Tidak berlebihan jika kita mengatakan bahwa Kabupaten Buru adalah basis ideologis sekaligus elektoral Partai Golkar di Maluku,” tegasnya.
Meski memiliki sejarah gemilang, Lessy secara jujur mengakui bahwa pada Pemilu 2024 Partai Golkar mengalami penurunan signifikan. Saat ini, Golkar hanya memiliki 3 kursi di DPRD Kabupaten Buru dan tidak lagi mendapatkan posisi Ketua DPRD.
“Daerah yang selama ini menjadi basis Golkar justru mengalami krisis dukungan politik. Ini merupakan peringatan bagi kita semua. Kalau dulu kita bisa menang besar, maka hari ini kita bisa bangkit kembali,” ujarnya mengingatkan para kader.
Lessy menekankan perlunya langkah-langkah nyata untuk memperkuat konsolidasi partai dari tingkat desa dan dusun, serta memastikan Partai Golkar hadir dalam setiap kehidupan masyarakat.
“Kita harus kembali menjadi partai yang dirasakan manfaatnya oleh rakyat, bukan hadir pada saat ada maunya,” imbuhnya.
Menutup sambutannya, Lessy menyoroti tantangan yang saat ini dihadapi Kabupaten Buru, terutama masalah lapangan kerja. Ia menilai kondisi fiskal daerah cukup ketat sehingga pertumbuhan ekonomi hanya bertumpu pada sektor primer.
Sebelum memasuki ruang musda di balkon Kai Nawa Hotel, Ketua DPD I Partai Golkar Maluku beserta rombongan disambut dengan tarian cakalele yang dipentaskan oleh generasi muda anak adat Buru. Rangkaian acara dilanjutkan dengan penobatan simbol adat berupa “lestari” kepada ketua partai tingkat provinsi oleh pengurus Partai Golkar setempat.
(Rin)

