BengkuluEkonomiPeristiwaPolriSosial

Kapolda Bengkulu Prioritaskan Pelayanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Korban Gempa 6,3 SR

Bengkulu, radartipikor.com – Polda Bengkulu melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) mengerahkan tim khusus untuk memberikan pelayanan medis dan psikososial kepada korban gempa bumi berkekuatan 6,3 Skala Richter (SR) yang mengguncang wilayah Bengkulu. Langkah cepat ini diinisiasi langsung oleh Kapolda Bengkulu sebagai bagian dari upaya tanggap darurat pascabencana.

**Respons Cepat Biddokkes Pascagempa**

Beberapa jam setelah gempa terjadi, tim Biddokkes Polda Bengkulu telah diterjunkan ke lokasi terdampak untuk memberikan pertolongan pertama, pemeriksaan kesehatan menyeluruh, serta dukungan psikologis bagi korban. Kabiddokkes Polda Bengkulu yang memimpin operasi lapangan menegaskan, selain luka fisik, trauma psikis akibat bencana menjadi fokus penanganan.

“Kami tidak hanya menangani cedera fisik, tetapi juga tekanan mental korban, terutama anak-anak dan lansia yang rentan mengalami trauma. Tim kami telah menyiapkan program trauma healing untuk memulihkan kondisi psikologis mereka,” ujar Kabiddokkes dalam keterangan resmi, Selasa (7/11/2023).

**Posko Kesehatan dan Kolaborasi Multisektor**

Untuk menjangkau lebih banyak korban, Biddokkes membangun posko kesehatan darurat di sejumlah titik pengungsian. Posko ini dilengkapi tenaga medis, obat-obatan, serta alat pemeriksaan dasar. Selain itu, tim berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat, relawan lokal, dan organisasi kemanusiaan untuk memastikan distribusi bantuan kesehatan merata.

Salah satu inisiatif yang mendapat sorotan adalah layanan trauma healing interaktif untuk anak-anak, seperti permainan edukatif dan sesi konseling kelompok, yang bertujuan mengurangi kecemasan dan ketakutan pascagempa. “Anak-anak diajak bernyanyi, menggambar, dan bercerita agar bisa mengekspresikan perasaan mereka secara positif,” jelas salah satu relawan kesehatan.

**Pemantauan Kesehatan di Lokasi Bantuan**

Tim Biddokkes juga melakukan pemantauan ketat di dapur umum dan posko logistik untuk memastikan standar kebersihan makanan serta lingkungan pengungsian. Langkah ini diambil guna mencegah potensi wabah penyakit pascabencana, seperti diare atau infeksi saluran pernapasan.

BACA JUGA  Polri Tuntaskan 3.326 Kasus Premanisme Lewat Operasi Serentak, Irjen Sandi: Demi Jamin Keamanan dan Iklim Investasi

“Kami memeriksa kualitas air, sanitasi, dan kebersihan alat makan. Edukasi tentang hidup bersih juga kami sosialisasikan kepada pengungsi,” tambah perwakilan tim.

**Komitmen Polda Bengkulu sebagai Pelayan Masyarakat**

Kapolda Bengkulu menegaskan, kehadiran institusi kepolisian dalam situasi bencana tidak terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kemanusiaan. “Kami hadir untuk memastikan keselamatan warga, baik secara fisik maupun mental. Ini adalah wujud nyata komitmen kami sebagai *pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat*,” tegas Kapolda.

Hingga saat ini, tim gabungan terus bekerja di lapangan untuk memulihkan kondisi korban, sementara data kerusakan dan kebutuhan logistik masih terus dihimpun oleh pihak berwenang.

 

(red/syah)