MalukuNamleaRagam

GOTONG ROYONG PEMBUATAN PAGAR JELANG IDHUL ADHA

Piru,RadarTipokor,Com – Semangat gotong royong dalam rangka menyambut datangnya hari raya Idhul Adha, Warga Pohon Sagu melaksanakan kegiatan pembuatan pagar tradisional pemukiman warga yang diprakarsai warga Pohon Sagu,

RT,02,RT,03-RW,01 Negeti Hualoy Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat,Maluku, Kamis,1/6/2023.

Sebelumnya ide dan gagasan untuk pembuatan pagar ala tradisional datang dari beberapa tokoh yang ada di kedua RT dikompleks Pohon Sagu.( Posog ) RT-02 Hitaria dan RT-03
Masahatu ,RW-02 Negeri.yang bertajuk Ririnita Samaohi,Masing- masing, Bapak Suryan Oherella,Japar,Amir Hehanussa, Husaini Hehanussa,
Saidi Hehanussa,Adun Hehanussa Haji Jalili Tubaka dan ketuaRT-02
Hitaria ,Talib Hehanussa serta Ketua RT-03 Masahatu, Pak Amrin

Sesudah itu, Berkumpullah warga kedua RT melakukan pertemuan guna membicarakan agenda pembuatan pagar dalam rangka menyambut datangnya Hari raya Idhul Adha Tahun 2023.

Pertemuan tersebut Turut hadir hampir Enam Puluh Warga kedua RT dari RW-01 Negeri Hualoy.
Yang bertajuk Saka mese Nusa

Hasil Pantauam media Radar
Tipikor,Com-Melaporkan dari
Hualoy,Piru. Pembuatan pagar yang direncanakan panjangnya kurang lebih 1100 Kilo meter.

Ukuran tersebut meliputi panjang jalan rabat beton ada dikompleks pohon Sagu meliputi kedua RT.

Terlihat warga kedua RT sangat bersemangat dalam mengerjakan pagar walau sering turunnya air hujan namun .tidak menghalangi semangat para warga.

Selain itu, selama berlangsungnya pembuatan pagar terlihat kompak warga kedua RT, baik warga Hitaria dan warga Masahatu.

Bukan hanya itu, Bila bahan bambu atau balok kayu habis tanpa disuruh langsung sebagian warga kembali kehutan untuk memotong bambu demikian juga balok kayu.

Bahkan saking kompaknya sampai sampai rumah tidak layak pakai dibongkar hanya untuk mengambil balok kayunya untuk digunakan sebagai tiang setelah mendapat ijin dari pemiliknya.

BACA JUGA  Jamatus Salbani Balon Kakam Tanjung Bulan Mendapat SK dari Panitia

Terpantau pekerjaan pagar masuk
Hari ke-Empat pisiknya pagar baru mencapai 50 persen pagar yang panjangnya 1100 meter.
Termasuk pekerjaan pengecatan.

Demikian disampaikan salah satu warga posag RT-02 yang enggan namanya dipublikasi kepada media RadarTipikor,com

Sumber menjelaskan dengan dialek Ambonnya, Katong ( kami ) kerjakan pagar ini dengan swadaya dari warga, untuk kebutuhan Bahan pewarna ( Cat ) Katong mendapat sumbangan sukarela uang 100 ribu dan hampir semua warga dari kedua RT sumbangkan.

“Untuk paku dan Bahan bakar minyak untuk mesin senso memotong kayu menjadi balok Katong mendapat bantuan dari dua warga yang merupakan warga posag”Ungkap Sumber.

Dilokasi Sarmadani Hehanussa saat ditemui kepada media ini,
Kamis,1/6/2023, Sarmadani, mengatakan, pertama-tama saya menyampaikan ucapan terima kasih terhadap warga posag kedua RT karena atas semangat gotong royong akhirnya hari ini pembuatan pagar bisa terlaksana walaupun belum rampung seratus persen.

” Namun melalui pekerjaan semacam ini bisa saling membantu satu dan yang lain dan kegiatan seperti ini kedepan perlu ditingkatkan” jelasnya

Selain itu, Sarmadani yang akrab disapa bapak guru Sam, Juga
memberikan Apresiasi kepada ibu ibu warga posag yang turut mendukung pekerjaan warga dengan menyiapkan makan dan minuman baik siang dan sore hari terhadap warga yang lagi kerja dan rutin dihidangkan saban hari

Dibenarkan, Bahwa pekerjaan pembuatan pagar kali ini dalam rangka menyambut datangnya hari raya Idhul Adha Tahun 2023 Nanti.

Ditempat yang sama, Rahim Hehanussa kepada media ini ,
Rahim yang akrab disapa bung Teko Berharap dengan kegiatan seperti ini bisa merawat nilai nilai kebersamaan guna memperkuat hubungan tali silaturahmi diantara warga.baik secara umum warga Hualoy dan lebih khususnya warga kedua RT kompleks Pohon Sagu.Harapnya.

BACA JUGA  Masyarakat Amalatu Tuntut Janji Pemda Dana Gempa Terealisasi Kapan ? Bupati SBB Jangan Diam

Selanjutnya, Bung Teko mengatakan dengan kegiatan ini semoga kedepan nanti menjadi contoh dan bisa diikuti seluruh warga desa yang ada di kecamatan Amalatu. secara Khusus maupun secara umum
untuk kabupaten yang bertajuk Saka Mese Nusa ini.

Menurut, Bung Teko, Bila kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan itu berarti kita telah melestarikan nilai nilai semangat gotong-royong yang merupakan budaya dan tradisi orang Maluku sejak dahulu kala.Urai,” Bung Teko.

Liput, ( TH ).