Bupati Buru: Dinas Pertanian Lakukan 5 Langkah untuk Capai Target Produksi dan Produktivitas Padi
Namlea, radartipikor.com — Bupati Kabupaten Buru, Ikram Umasugi, SE, menyatakan panen padi sawah yang berlangsung hari ini merupakan bukti kemajuan sektor pertanian di daerah yang dikenal dengan sebutan Bupolo. Pernyataan itu disampaikan pada acara panen raya padi sawah yang digelar oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 1506 Namlea di Desa Wanareja, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, Senin (5 Januari 2026).
Dalam sambutannya, Bupati Ikram menyampaikan apresiasi tinggi kepada para petani di dataran Waeapo yang dengan kesabaran, ketekunan, serta inovasi berhasil meningkatkan hasil pertanian. “Saya mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para petani desa dataran Waeapo yang dengan penuh kesabaran dan keteguhan dalam berinovasi belajar dan bekerja keras demi peningkatan hasil pertanian,” ujarnya.
Bupati Ikram menekankan bahwa semangat dan kerja keras petani merupakan kunci keberhasilan pertanian berkelanjutan yang akan membawa kesejahteraan bagi keluarga dan masyarakat luas. Ia juga memaparkan capaian produksi padi pada 2025: produksi padi sawah mencapai 25.585,3 ton beras sehingga tercatat surplus beras sebesar 14.545,4 ton. Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari peran Kodim 1506/Namlea dan pihak-pihak terkait yang aktif mendukung penanganan luas tambah tanam yang dipantau Kementerian Pertanian.
“Tercapainya produksi padi sawah di tahun 2025 ini tidak terlepas campur tangan dari pihak Kodim 1506/Namlea beserta jajarannya, terutama terhadap penanganan luas tambah tanam padi yang dipantau setiap hari oleh pihak Kementerian Pertanian. Atas nama pemerintah daerah semoga jerih payah dan bantuan dari pihak TNI, penyuluh beserta pihak-pihak terkait mendapat balasan amal dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,” ucap Bupati.
Bupati Ikram menegaskan bahwa pertanian yang maju dan produktif adalah tulang punggung ketahanan pangan sekaligus penopang perekonomian daerah. Oleh karena itu, sektor ini harus terus dijaga dan dikembangkan agar mampu menghadapi tantangan perubahan iklim, fluktuasi pasar, dan dinamika sosial. Dalam konteks tersebut, peran serta seluruh pihak — pemerintah, akademisi, swasta, dan petani — dinilai sangat penting untuk menciptakan ekosistem pertanian yang inovatif dan berkelanjutan.
Keberhasilan pangan, menurut Bupati, merupakan tanggung jawab bersama, termasuk pengambil kebijakan, strategi, serta kesungguhan para penyuluh pertanian lapangan. “Pengawas PBT, dan POPT serta kebersamaan semua pihak untuk tetap menjadikan Kabupaten Buru sebagai daerah lumbung pangan. Apalagi dengan hampir rampungnya pembangunan Bendungan Waeapo yang berpotensi mengairi sawah seluas 10.562 hektar, maka saya optimis Kabupaten Buru akan tetap menjadi daerah lumbung pangan di Provinsi Maluku,” tambahnya optimis.
Menghadapi target produksi dan produktivitas padi di Buru, Bupati Ikram mengatakan Dinas Pertanian Kabupaten Buru bersama stakeholder telah merumuskan langkah-langkah strategis, antara lain:
1. Rehabilitasi dan pembangunan saluran irigasi primer, sekunder, dan tersier sebagai prioritas yang penanganannya harus dikoordinasikan secara cepat dan berkelanjutan.
2. Pemetaan ketersediaan alat dan mesin pertanian secara seksama agar distribusi tidak menumpuk pada desa tertentu.
3. Menjamin ketersediaan sarana produksi di tingkat petani.
4. Perbaikan kesuburan lahan sawah melalui pemberian pupuk organik; tahun ini pemerintah kabupaten Buru akan melanjutkan uji coba pada lahan seluas 300 hektar.
5. Pemanfaatan lahan tidur eks-lahan sawah melalui kegiatan optimasi dan rehabilitasi lahan sawah.
Bupati menutup sambutannya dengan motivasi kepada petani agar terus meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen melalui penerapan teknologi tepat guna dan pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana. “Saya ingin memberikan motivasi kepada petani, agar terus meningkatkan produktifitas dan kualitas hasil panen melalui penerapan teknologi tepat guna dan pengelolaan SDA yang bijaksana,” ujarnya.
Turut hadir dalam acara tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Buru, Dandim 1506 Namlea Letkol Inf Heribertus Purwanto beserta jajaran, Sekretaris Daerah Azis Tomia, Wakapolres Buru Kompol H. Kami Djapa, para asisten pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Buru, para camat dan kepala desa se-Kecamatan Dataran Waeapo, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, insan pers, para penyuluh pertanian lapangan, Pengawas Benih Tanaman (PBT), Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta para petani.
Liput: Rin

