BudayaMaluku UtaraNamlea

Jou Wakabo Tamarpa, Raja Pertama Pimpin Kota Kaiely, Ahli Warisnya Akan menuntut pengembalian hak nya termasuk Gunung Botak.

Namlea, Radartipikor.com – Raja pertama yang memimpin Negeri Kaiely adalah Jou Wakabo bukan Wahidi seperti yang beredar selama ini.

Kisah ini di ungkapkan oleh tokoh adat, Alfius Latbual saat di temui di kediaman Selamet Behuku (Matlea Gewagit Titar Pito) desa Waflan Kecamatan Waelata Kabupaten Buru
Pada Jumat ( 19/7/2025 ) lalu.

Alfius, menuturkan bahwa sejarah Negeri Kaiely yang pertama berkuasa disana adalah Jou Wakabo Tamarpa, bukan Wahidi ( Wael ).

“Sesudah itu, Negeri Kaiely dipimpin oleh Raja Wahidi. Raja Wahidi diangkat dengan tugas untuk menjaga tempat-tempat bersejarah agar jangan sampai hilang dari Negeri Kaiely.

“Kendati Wahidi telah ditunjuk sebagai Raja, namun yang tetap berkuasa terhadap Negeri Kaiely masih tetap Jou Wakabo Tamarpa.”

“Raja Wahidi sesungguhnya asli Marga Behuku dengan nama Sutrais. Pengangkatan Sutrais menjadi Raja atas persetujuan adat, yakni Soar Pito Soar Pa,” ujar Alfius Latbual.

Kisah ini pun dibenarkan oleh Elias Behuku, “memang benar Negeri Kaiely pertama kali dipimpin Jou Wakabo Tamarpa”

“Jou Wakabo Tamarpa adalah Raja Pertama yang berkuasa atas Negeri Kaiely sesuai dengan perjalanan sejarah, hak warisan ini berlaku turun-temurun dan status jabatan Raja ini, tidak bisa dihilangkan.”

“Ada 7 marga yang di kenal sebagai Soar Pito-Soar Pa, ke Tujuh marga tersebut adalah mereka yang memutuskan dalam hal pengangkatan raja,” ujar Elias Behuku.

Sementara Matlea Gewagit Titar Pito, Selamet Behuku sendiri mengakui kalau Raja pertama yang pimpin Negeri Kaiely adalah Jou Wakabo Tamarpa.

“Jou Wakabo Tamarpa, adalah Raja Pertama di Negeri Kaiely, kemudian melalui Soar Pito-Soar Pa, Mereka melantik Sutrais menjadi Raja untuk pimpin Negeri Kaiely. Raja Sutrais sendiri berdarah Behuku bukan Wael.

BACA JUGA  Warga Desa Dava Tuntut Penghentian Aktivitas Tonk Akibat Ancaman Limbah B3

“Kami sejak awal cuma menuntut mengenai Ahli Waris dari Jou Wakbo Tamarpa,” jelas Selamet Behuku.

Negeri Kaiely menurut Selamet Behuku pernah dipimpin oleh sejumlah Raja, Ia pun lantas menyebutkan nama-nama Raja sebagai berikut:

1. Jou (Raja) Wakabo Tamarpa
2. Raja Sutrais
3. Raja Kima ( marga Wael )
4. Raja Serdadu ( marga Wael )
5. Raja Mansyur Wael
6. Raja Isak Wael.
7. Raja Abas Wael.
8. Raja M. Fuad Wael
9. Raja Abdullah Wael.

Bahkan Raja yang terakhir disebutkan diatas (Abdullah Wael) diangkat oleh Soar Pito Soar Pa.

“Kami Soar Pito-Soar Pa akan mengambil alih kembali wilayah adat yang seharusnya menjadi milik kami termasuk di dalamnya kawasan Gunung Botak yang selama ini selalu menjadi polemik di dalam masyarakat adat dan siapapun yang ingin berakitivitas di sana harus melalui koordinasi dengan kami, Soar pito-Soar Pa,” tegas Behuku.

Saya kembali menegaskan kepada saudara-saudara kami, Besan, Wael dan Nurlatu untuk mengakui Ahli Waris turunan Jou Wakabo Tamarpa.

“Kami Para pemangku adat Soar Pito – Soar Pa mewakili masyarakat Soar Pito-Soar Pa mendukung Penuh Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Daerah kabupaten Buru untuk menertibkan kawasan Gunung Botak, untuk dikelola secara
baik demi kesejahteraan masyarakat serta untuk kemajuan Daerah,” ucap Matlea Gewagit Titar Pito, Selamet Behuku.

 

 

Penulis/Liputan: Rin