Manggarai baratNttPemda MabarPeristiwa

Tanah Amblas Akibat Hujan Deras Landa Desa Rehak, Tiga Rumah Rusak Parah dan Empat Lainnya Terancam di Manggarai Barat

Manggarai Barat, RadarTipikor.Com- Bencana alam berupa tanah amblas dan pergeseran tanah melanda Desa Rehak, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 13.50 WITA. Kejadian ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang membuat kondisi tanah menjadi labil, mengakibatkan tiga unit rumah mengalami kerusakan parah dan empat unit rumah lainnya terancam rusak berat. Pergerakan tanah ini berpotensi menimbulkan kerusakan tambahan serta membahayakan keselamatan warga setempat.

Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan tanah di permukiman warga amblas dan bergeser, terutama di sekitar pondasi rumah. Akibatnya, pondasi beberapa bangunan terlihat menggantung karena kehilangan penopang, sehingga berisiko mengalami kerusakan struktural yang lebih parah. Kondisi ini semakin rawan di lokasi dengan lereng terjal atau tanah yang tidak stabil, di mana retakan dan pergeseran dinding mulai terlihat pada bangunan terdampak. Area sekitar rumah juga dinilai labil, dengan potensi longsor susulan jika hujan deras berlanjut.IMG 20260120 WA0026

Berdasarkan identifikasi, berikut daftar pemilik rumah yang terdampak:

Rumah yang Mengalami Kerusakan Parah:

– Nama: Finsensius Lalut, usia 38 tahun, agama Katolik, pekerjaan petani, status kawin, alamat RT 002/RW 001, Dusun Rehak, Desa Rehak, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat.

– Nama: Yohanes Ghadi Horo, usia 37 tahun, agama Katolik, pekerjaan petani, status kawin, alamat RT 002/RW 001, Dusun Rehak, Desa Rehak, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat.

– Nama: Korolis Minggu, usia 46 tahun, agama Katolik, pekerjaan petani, status kawin, alamat RT 002/RW 001, Dusun Rehak, Desa Rehak, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat.

Rumah yang Terancam Kerusakan Parah:

– Nama: Kasianus Bonak, usia 40 tahun, agama Katolik, pekerjaan petani, status kawin, alamat RT 002/RW 001, Dusun Rehak, Desa Rehak, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat.

BACA JUGA  Kabiro Radar Tipikor Mabar Dukung Inspektorat dan Kejari Tindak Temuan di Desa Terkait Bantuan untuk Masyarakat

– Nama: Yohanes Bagun, usia 34 tahun, agama Katolik, pekerjaan petani, status kawin, alamat RT 002/RW 001, Dusun Rehak, Desa Rehak, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat.

– Nama: Bertolonius Rinda, usia 69 tahun, agama Katolik, pekerjaan petani, status kawin, alamat RT 002/RW 001, Dusun Rehak, Desa Rehak, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat.

– Nama: Afentinus Bandu, usia 44 tahun, agama Katolik, pekerjaan petani, status kawin, alamat RT 002/RW 001, Dusun Rehak, Desa Rehak, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat.

Secara keseluruhan, total rumah yang rusak mencapai tiga unit dengan tingkat kerusakan parah, sementara empat unit lainnya berada dalam ancaman serupa. Catatan dari lokasi kejadian menunjukkan bahwa pergerakan tanah telah membuat pondasi rumah tidak stabil, dengan tanah di bawahnya terkikis sehingga hilang penopang. Hal ini memperburuk kondisi bangunan dan meningkatkan risiko bagi penghuninya.

Menanggapi kejadian ini, Babinsa Desa Rehak beserta anggota Unit Intel Kodim 1630/Manggarai Barat telah berkomunikasi dengan warga bersama perangkat desa. Mereka melakukan langkah awal berupa pengecekan lokasi dan berkoordinasi dengan Camat Welak untuk mengantisipasi dampak yang lebih besar, serta mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat hujan deras.

Camat Welak juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait potensi dan kejadian tanah amblas/pergeseran akibat curah hujan tinggi di Desa Rehak. Sebagai respons, dinas terkait turun langsung memeriksa kondisi pergeseran tanah di rumah warga, sehingga memasang tanda peringatan di area berisiko tinggi untuk mencegah korban jiwa atau kerusakan lebih lanjut.