HukrimLabuan bajoManggarai baratNtt

Kontroversi di Perairan Pulau Komodo: Tiga Terduga Pelaku Bantah Ada Hubungan dengan Kasus Hilangnya Wera

Labuan Bajo, radartipikor.com — Tiga orang yang diduga terlibat kasus pemburu liar di perairan Pulau Komodo membantah kabar yang saat ini beredar di publik yang mengaitkan mereka dengan peristiwa hilangnya seorang warga dari Wera. Pernyataan itu disampaikan saat dikonfirmasi oleh Radar Tipikor Mabar.

Menurut ketiga terduga pelaku, mereka tidak saling mengenal dengan pihak yang dikaitkan dalam pemberitaan tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada hubungan antara kelompok mereka dengan kasus hilangnya warga Wera. Mereka menegaskan, “tidak mengenal dan tidak ada hubungannya dengan peristiwa kehilangan nya orang Wera,” dan menambahkan bahwa dalam kelompok mereka “dalam satu kelompok kami hanya benar-benar dari sape lambu bukan dari Wera.” Pernyataan itu disampaikan ketika konfirmasi dilakukan oleh Radar Tipikor Mabar.

Para terduga juga menyatakan bahwa praktik pemburuan liar di Pulau Komodo bukanlah kejadian yang baru; menurut mereka, persoalan ini sudah berlangsung puluhan tahun. “Peristiwa kejadian Kasus pemburu liar di pulau komodo itu buka hanya baru baru ini terjadinya tapi sudah puluhan tahun dan tidak ada orang Wera yang jadi satu kelompok dengan kami,” ujar salah seorang terduga saat memberikan keterangan.

Lebih jauh, mereka menegaskan bahwa kelompok mereka tidak memiliki keterkaitan dengan hilangnya warga Wera seperti yang dikaitkan dalam beberapa pemberitaan publik. “Adapun peristiwa kejadian di Pulau komodo itu hanya sekelompok kami tidak ada campur tangan dengan orang wera seperti berita yang beredar yang mengkaitkkan dengan peristiwa kontak senjata kami,” ungkap salah seorang anggota kelompok tersebut.

Radar Tipikor juga menghubungi pihak penegak hukum yang menangani kasus ini. Satu anggota tim penegakan hukum (Gakkum) yang dihubungi via telepon membenarkan bahwa pada saat terjadi kontak senjata, ada delapan orang di dalam perahu berdasarkan keterangan terduga pelaku yang telah diamankan oleh tim Gakkum Mabar. Namun menurut penjelasan tersebut, lima dari delapan terduga pelaku melompat dari perahu untuk melarikan diri. Pihak Gakkum menegaskan bahwa keterangan itu tidak menyebut keterlibatan warga Wera dalam insiden tersebut.

BACA JUGA  Jenazah WNA Asal Spanyol Korban KM. Putri Sakinah Diberangkatkan dari Bandara Komodo ke Denpasar

Seorang anggota Gakkum menambahkan bahwa kelompok yang diamankan memang sudah puluhan tahun menjadi target terkait aktivitas pemburu liar di Taman Nasional Komodo (TNK). Menurutnya, tidak ada kaitan yang jelas antara peristiwa kehilangan warga Wera dengan insiden kontak senjata di perairan Komodo, sehingga pengaitan dua peristiwa tersebut dinilai tidak berdasar.

Terkait dugaan adanya hubungan antara peristiwa di Pulau Komodo dengan insiden yang terjadi di Gunung Sengiang, salah seorang anggota Gakkum menanggapi bahwa jika ada pihak yang menduga adanya keterkaitan, pihak yang bersangkutan sebaiknya hadir dan melakukan interogasi langsung terhadap terduga pelaku yang telah diamankan oleh Polres Mabar. Pernyataan itu disampaikan oleh seorang anggota Gakkum ketika dikonfirmasi langsung oleh Radar Tipikor pada Minggu, pukul 23.45 WITA.

Hingga saat ini, pihak kepolisian dan tim penegakan hukum masih menahan sejumlah terduga pelaku dan melakukan proses penyelidikan. Radar Tipikor Mabar akan terus memantau perkembangan penyelidikan dan memberikan informasi lebih lanjut saat ada keterangan resmi tambahan dari aparat penegak hukum.

— Radar Tipikor Mabar