Labuan bajoManggarai baratNttPembangunanPemda Mabar

Jembatan Penghubung ke Tanjung Boleng Rusak Dihantam Banjir, Akses Warga Terputus

LABUAN BAJO, radartipikor.com – Jembatan penghubung menuju Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, rusak parah akibat dihantam banjir besar yang melanda daerah tersebut pada Senin sore (18/5/2026). Jembatan sederhana yang terbuat dari bambu dan kulit kayu itu kini tidak dapat dilintasi, membuat warga dari sejumlah kampung terisolasi dan tidak bisa menuju jalan pantura.

Akibat rusaknya jembatan tersebut, masyarakat Desa Tanjung Boleng tidak bisa menyebrang atau melintasi ke jalan pantura. Banjir besar yang terjadi sore ini merendam area sekitar dan menghanyutkan konstruksi jembatan darurat yang selama ini menjadi satu-satunya akses warga.IMG 20260518 WA0006

Tujuh Kampung Terdampak

Jembatan ini merupakan akses vital yang menghubungkan beberapa anak kampung, antara lain:

1. Boleng Darat
2. Merawang
3. Kokor
4. Tungal
5. Mbau Muku
6. Rungkam
7. Gerak

Melalui jembatan inilah warga dari ketujuh kampung tersebut dapat menuju jalan pantura dan selanjutnya ke Labuan Bajo.

Harapan Masyarakat kepada Pemerintah Daerah

Masyarakat Desa Tanjung Boleng berharap pemerintah daerah dapat membuka mata dan memperhatikan akses jalan untuk kepentingan warga sekitar. Dengan keterbatasan dana desa yang ada, warga sangat mengharapkan bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat untuk membangun jembatan yang lebih layak dan permanen.

“Kami sangat berharap dengan pemerintah daerah harus membuka mata dan memperhatikan akses jalan untuk kepentingan masyarakat. Dengan keterbatasan dana desa sekarang ini, kami sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah untuk membangun jembatan ini,” demikian harapan warga setempat.

Peristiwa ini menambah panjang daftar keluhan warga Tanjung Boleng terkait infrastruktur yang memprihatinkan. Sebelumnya, jembatan darurat dari bambu dan kulit kayu ini sudah beberapa kali rusak dan diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat.

BACA JUGA  Paslon SN-KT Sebut, Ingin Pulihkan Kemerdekaan Yang Sesunguhnya Bagi Rakyat Malaka

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat belum memberikan tanggapan resmi terkait rusaknya jembatan penghubung tersebut.

(Fijay)