IHSGJakartaLatest UpdatesNasional

IHSG Awal Pekan Anjlok Lebih dari 5 Persen, Tembus di Bawah Level 5.000

Jakarta, radartipikor.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Pada sesi pertama, indeks anjlok sekitar 5,05 persen atau 261,84 poin ke level 4.923.

IHSG dibuka langsung melemah di level 4.961,87, turun 4,31 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya. Sepanjang sesi pagi, indeks sempat menyentuh level tertinggi 4.974,66 sebelum kembali tertekan hingga level terendah 4.907.

Tekanan jual mendominasi pasar. Sebanyak ratusan saham berada di zona merah, sementara hanya puluhan saham yang menguat. Seluruh 11 indeks sektoral tercatat melemah, dengan pelemahan terdalam terjadi di sektor bahan baku, infrastruktur, dan energi.

Saham-saham perbankan ikut rontok. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) anjlok hingga 6,86 persen dan menyentuh batas auto rejection bawah (ARB). PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga melemah sekitar 6,82 persen.

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai sekitar Rp1,05 triliun pada sesi pertama. Saham BBCA menjadi yang paling banyak dijual asing, disusul BBRI dan TLKM.

Pelemahan IHSG berlanjut setelah tekanan besar pada pekan sebelumnya yang dipicu sentimen terkait rencana MSCI mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia.

(Red)

BACA JUGA  IHSG Anjlok Lebih dari 8 Persen di Awal Perdagangan, BEI Langsung Trading Halt