HukrimKabupaten BuruMalukuNamlea

Dua Oknum Aparat dan di Duga Bandar B3 Dibekuk, Satres Narkoba Kembangkan Jaringan

Namlea, Radartipikor.com — Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Buru berhasil meringkus lima orang yang diduga terlibat jaringan peredaran narkoba. Dari kelima tersangka tersebut, dua di antaranya merupakan oknum aparat, sementara satu lainnya diduga berstatus sebagai bandar bahan beracun berbahaya (B3). Penangkapan ini menuai perhatian publik dan menjadi perhatian penyidik untuk pengembangan kasus lebih lanjut.

Informasi yang diterima Radartipikor.com menyebutkan penangkapan dilakukan di Desa Parbulu, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Berita awal penangkapan disampaikan sumber kepada redaksi pada Selasa, 10 Februari 2026, dan konfirmasi perkembangan disampaikan oleh sumber terpercaya pada Jumat malam, 13 Februari 2026.

Menurut keterangan sumber, salah satu oknum anggota aktif yang diamankan berinisial ES—anggota Polres Buru Selatan berpangkat Brigadir Polisi (Brigpol). ES dikabarkan bukan pemain baru dalam peredaran narkoba; sumber menyebut yang bersangkutan pernah beberapa kali ditangkap namun hanya menjalani rehabilitasi. Menanggapi hal tersebut, sumber menyatakan kekecewaan dan menilai penanganan kasus ES semestinya mengikuti prosedur hukum yang berlaku sehingga menimbulkan pernyataan sebagai berikut:

“Menurut sumber mestinya oknum ES di proses sesuai hukum yang berlaku bukan di rehabilitasi,” ujar sumber dengan kesal.

Selain ES, sumber juga menyebut satu oknum Polisi Militer (PM) berpangkat Sersan berinisial D yang bertugas di Markas Polisi Militer Namlea turut diamankan. Dalam penangkapan itu, satu orang berinisial HN yang disebut-sebut sebagai bos B3 juga ditangkap. HN disebut sebagai salah satu bandar yang kerap melakukan transaksi di area tambang emas Gunung Botak dan sekitarnya.

Sumber redaksi mengatakan kedua oknum aparat tersebut sudah lama menjadi target penyidikan karena terindikasi terlibat dalam peredaran barang haram. Sumber menegaskan pentingnya pengawalan ketat terhadap kasus ini agar proses hukum berjalan transparan dan kasus tidak dibiarkan berakhir tanpa konsekuensi hukum yang jelas. “Kedua orang tersebut diduga telah lama menjadi target penangkapan karena terindikasi telah bermain lama di barang haram dimaksud. Bahkan sumber berpesan agar kasus ini perlu dikawal ketat karena dikuatirkan apabila tidak dikawal khusus, maka kasus ini bisa saja didiamkan,” ujar salah satu sumber.

BACA JUGA  KNPI Buru Mendesak Ketua Satgas PETI Djalaluddin Salampessy Bekerja Sesuai Agenda — Tuntaskan Penertiban Gunung Botak Tanpa Penyimpangan

Kasat Narkoba Polres Buru, Iptu Dede Samsi Rifai, SH., ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu pagi (14/02/2026) membenarkan adanya penahanan dan menyatakan penyidikan masih berlangsung. Ia menyampaikan bahwa kasus tersebut akan diproses lebih lanjut oleh penyidik Satres Narkoba. Namun saat ditanya perihal jumlah dan jenis barang bukti (BB) yang berhasil disita, Iptu Rifai belum memberikan keterangan rinci hingga berita ini diturunkan.

Sampai saat ini, pihak Pimpinan Polisi Militer Namlea belum dapat dihubungi untuk dimintai tanggapan terkait dugaan keterlibatan salah satu anggotanya. Redaksi berupaya menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi dan pernyataan resmi.IMG 20260213

Berdasarkan keterangan dari penyidik yang sempat disampaikan kepada wartawan Radartipikor.com pada 11 Februari 2026, seluruh tersangka saat ini diamankan di ruang Sat Narkoba Mapolres Buru untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Pada konfirmasi tersebut Kasat Narkoba menyatakan:

“Benar sekali, dan kami masih terus mengembangkan penyidikan untuk membongkar jaringan yang lebih luas lagi. Mereka semua masih diamankan di ruangan Sat Narkoba dan masih dalam proses.”

Penyidik menyatakan akan melanjutkan rangkaian pemeriksaan untuk mengungkap jaringan yang diduga menjadi sumber dan penghubung kasus ini. Identitas lengkap para tersangka dan rincian barang bukti masih belum dipublikasikan untuk menjaga kelancaran penyidikan.

Redaksi Radartipikor.com akan terus memantau perkembangan penyidikan dan memberikan update apabila ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak kepolisian maupun pihak terkait lainnya.

 

Liputan/Penulis; Rin