Diamnya Pengurus PERMAHI Ambon Pertaruhkan Marwah Organisasi
Ambon, radartipikor.com – Pengurus DPC PERMAHI Ambon dan Steering Committee (SC) Konferensi Cabang Ke-V tetap tidak memberikan tanggapan meski surat keberatan, gugatan resmi, hingga penyampaian lewat konferensi pers telah disampaikan. Tenggang waktu jawaban selama 1 x 24 jam pun telah terlewati tanpa ada klarifikasi apapun.
Pokok persoalan yang diangkat adalah dugaan penerapan aturan yang tidak konsisten dalam tahap verifikasi administrasi bakal calon. Para penggugat menilai, jika ketentuan berlaku berbeda untuk setiap peserta, maka prinsip persamaan hak, kepastian hukum, dan keadilan organisasi menjadi tidak terjamin.
Sikap diam ini dinilai mencoreng citra PERMAHI sebagai organisasi kader hukum yang seharusnya mengedepankan supremasi aturan. Ketidakjelasan tanggapan membuka ruang spekulasi dan meruntuhkan kepercayaan kader terhadap legitimasi proses demokrasi internal.
Rafik Dasuki, Anggota Aktif PERMAHI, menyatakan seluruh prosedur telah ditempuh secara benar namun tidak membuahkan jawaban.
“Kami sudah tempuh jalur resmi, kirim surat keberatan dan gugatan, bahkan sampaikan ke publik. Namun yang ada hanya keheningan. Dalam organisasi hukum, diam bukan jawaban, melainkan pengabaian hak anggota,” tegasnya.
Ia menegaskan perjuangan ini bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan demi tegaknya aturan yang berlaku sama bagi semua kader.
“Jika Pengurus dan SC tetap membisu, kami akan bawa persoalan ini ke Dewan Pimpinan Nasional melalui mekanisme organisasi. Marwah organisasi hanya terjaga jika aturan ditegakkan secara adil dan transparan,” tambahnya.
Para penggugat mengingatkan bahwa setiap keputusan yang menyentuh hak konstitusional anggota harus terbuka terhadap pengawasan. Sikap mengabaikan masukan dikhawatirkan menciptakan preseden buruk bagi kehidupan organisasi ke depannya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pengurus DPC maupun SC. Para penggugat berharap ada tanggapan segera agar polemik tidak melebar, dan menegaskan akan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi jika tidak ada tindak lanjut.
(Rin)

