Ketum MPM-MU: Yanto Refra — Syawal Zakaria Pantas Menjadi Rektor Universitas Darussalam Ambon
Maluku, Radartipikor.com — Aksi mahasiswa Universitas Darussalam (Unidar) Ambon berlangsung sebagai bentuk dukungan dan pengawalan terhadap hasil keputusan Senat yang menetapkan Dr. Syawal Zakaria, SE., MM. sebagai Rektor Unidar Ambon periode 2025–2030. Aksi tersebut digelar untuk memastikan Surat Keputusan (SK) yang akan dikeluarkan Yayasan Darussalam tidak menyimpang dari keputusan Senat, mengingat pengalaman sebelumnya di mana putusan yayasan dinilai tidak sejalan dengan rekomendasi Senat.
Kekhawatiran akan potensi intervensi itu disampaikan oleh Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Universitas Darussalam Ambon, Yanto Refra, saat memberikan keterangan kepada Radartipikor.com, Kamis (11/9/2025). Menurut Yanto, mahasiswa tidak ingin sejarah pengangkatan rektor yang bertentangan dengan kehendak senat terulang kembali.
“Kami tidak mau Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Yayasan Darussalam tidak sesuai keputusan Senat karena hal ini pernah terjadi, dan kami tidak mau hal yang sama terulang lagi,” ujar Yanto Refra menjelaskan alasan aksi mahasiswa.

Lebih jauh Yanto menyampaikan keyakinannya terhadap kapabilitas Syawal Zakaria. Menurut Yanto, Syawal adalah figur yang layak menjadi Rektor Unidar Ambon dan keputusan Senat sudah tepat. “Dukungan terbesar juga datang dari mahasiswa Unidar Ambon,” kata Yanto menegaskan dukungan civitas akademika terhadap pilihan Senat.
Dalam orasinya, Yanto menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap intervensi yayasan atas keputusan Senat. “Aksi ini dilakukan untuk menolak intervensi yayasan atas keputusan Senat yang memilih Syawal Zakaria sebagai Rektor Unidar Ambon Periode 2025–2030. Karena kami belajar dari pengalaman sebelumnya dimana pihak yayasan mengangkat rektor yang tidak direkomendasikan oleh Senat Universitas Darussalam Ambon dan mengabaikan keputusan pilihan Senat, kami mahasiswa Unidar tidak mau hal yang sama terulang lagi,” ujar Yanto.
Yanto juga menyoroti rekam jejak panjang Syawal di lingkungan Unidar Ambon. Dengan pengalaman mengabdi selama 36 tahun sebagai pendidik di Unidar, Yanto menilai Syawal memiliki pemahaman mendalam tentang kebutuhan pengembangan kampus ke depan. Pengalaman panjang tersebut, menurut Yanto, menjadi modal penting bagi kepemimpinan yang mampu menjaga tradisi akademik sekaligus mendorong kemajuan institusi.
“Aksi pada hari ini adalah bentuk solidaritas untuk mendukung keputusan Senat yang telah memilih dan menetapkan Syawal Zakaria sebagai Rektor Unidar Ambon, yang lahir dari representasi civitas akademika Unidar Ambon dan seluruh mahasiswanya,” tambah Yanto. Ia berharap setelah penetapan resmi, Syawal dapat bekerja memajukan Universitas Darussalam ke arah yang lebih baik.
Dukungan terbuka dari organisasi mahasiswa seperti Majelis Permusyawaratan Universitas ini menambah tekanan agar proses pengangkatan rektor berjalan transparan dan sesuai mekanisme internal akademik. Hingga berita ini diturunkan, massa aksi tetap mengawal proses administrasi yang berkaitan dengan SK pengangkatan rektor, sambil mengedepankan tuntutan agar keputusan Senat dihormati oleh semua pihak terkait.
Liput: Rin.

