MalukuMaluku UtaraNamleaNasionalPeristiwaRagam

Yasir Burugana Harap Jalan Lintas Batabual Masuk Dalam Agenda Utama Pembangunan Jalan Di Prov-Maluku

Namlea, Radartipikor.com* – Masyarakat Kecamatan Batabual, Kabupaten Buru, Maluku, mendesak Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath memasukkan pembangunan jalan lintas Batabual sebagai agenda utama dalam program Sapta Cipta Lawamena For Maluku Pung Bae. Harapan ini disampaikan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Batabual Maluku, Yasir Burugana, melalui rilis resmi kepada *Radar Tipikor.com*, Jumat (23/5/2025).

  Jalan Rusak dan Isolasi Berkepanjangan

Yasir menegaskan, selama puluhan tahun, jalan lintas Batabual tidak pernah tersentuh pembangunan signifikan sejak era kepemimpinan Gubernur Karel Albert Ralahalut hingga Murad Ismail. Akibatnya, akses darat antar-desa terputus, memaksa warga bergantung pada transportasi laut yang berbahaya. “Setiap tahun, korban jiwa akibat cuaca ekstrem di laut terus terjadi. Di mana peran negara untuk menjamin keselamatan warga?” tanya Yasir, mahasiswa semester akhir Universitas Darussalam Ambon.

Dampak pada Pendidikan dan Ekonomi

Keterbatasan infrastruktur darat juga menghambat akses pendidikan. Sebuah video viral memperlihatkan seorang siswi SMA 11 Buru asal Desa Waemurat menangis karena tidak bisa mengikuti ujian setelah sungai Waelawa meluap. “Kapan pemerintah membangun jalan dan jembatan untuk kami? Kami lelah melewati lumpur dan semak belukar,” protesnya. Nasib serupa dialami warga Desa Batujungku yang harus menyeberang ke Namlea dengan *speed boat* yang kerap terombang-ambing ombak besar.

Gotong Royong Warga Jadi Solusi Darurat

Di Desa Namlea-Ilat, warga nekat membuat jembatan darurat dari batang kayu besar. Video berdurasi 55 detik menunjukkan ratusan orang menarik kayu bulat dengan tali tambang sebagai penyeberangan sementara. “Ini bukti betapa warga sudah frustrasi. Mereka mengambil risiko sendiri karena pemerintah lamban bertindak,” ujar Yasir.

 Sungai Rawan Banjir dan Ancaman Keselamatan

Batabual memiliki setidaknya empat sungai rawan banjir yang memisahkan desa:

BACA JUGA  Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Korban Kapal KM Putri Sakinah di Perairan Selat Padar

1. **Sungai Waepoti** (penghubung Batujungku-Waemurat)

2. **Sungai Namlea-Ilat** (akses ke Dusun Namsugi dan Ilat)

3. **Sungai Waelawa** (pemisah Dusun Waelawa-Waemorat)

4. **Sungai Waeula** (penghubung Waemoli-Ilat)

“Banjir bandang sering terjadi. Anak-anak harus menyeberang derasnya arus sambil mempertaruhkan nyawa hanya untuk sekolah,” keluh Yasir.

Harapan pada Kepemimpinan Baru

Yasir menyatakan keyakinannya bahwa kepemimpinan Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath bisa mengubah nasib Batabual. “Kami percaya visi Sapta Cipta Lawamena akan membawa keadilan infrastruktur. Jangan biarkan masyarakat terus menderita,” tegasnya.

Pembangunan jalan lintas Batabual dinilai krusial untuk memutus isolasi, memperlancar perputaran ekonomi, dan menjamin keselamatan warga. Jika terus diabaikan, generasi muda Maluku terancam kehilangan masa depan akibat ketiadaan akses pendidikan dan layanan dasar.

Laporan: Rin Henssa

Editor: Tim Radar Tipikor