AmbonMalukuOpiniPolemik

Slogan “Gerak Cepat” Bupati SBT Dipertanyakan, Mahasiswa: Realitanya Malah Gerak Lambat

Ambon, Radartipikor.com – Janji politik Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Fachri Husni Alkatiri, yang menggaungkan slogan “Gerak Cepat” kini menuai kritik tajam. Alih-alih membawa perubahan signifikan, kepemimpinan Fachri dinilai justru menunjukkan tren “Gerak Lambat”, terutama dalam memacu urat nadi perekonomian masyarakat di bumi Ita Wotu Nusa.

Kritikan pedas ini dilontarkan oleh Erwin Loklomin, seorang mahasiswa yang mendalami disiplin ilmu perikanan. Menurutnya, ada diskoneksi besar antara narasi pembangunan yang dijual pemerintah daerah dengan realita pendapatan masyarakat di lapangan.

Tiga Sektor Unggul yang Jalan di Tempat

Erwin menyoroti tiga sektor utama yang menjadi tumpuan hidup mayoritas warga SBT, yakni perikanan, pertanian, dan perdagangan. Menurutnya, hingga saat ini belum ada terobosan kebijakan yang mampu mengangkat standar pendapatan rata-rata masyarakat dari ketiga sektor tersebut.

“Slogan ‘Gerak Cepat’ itu seharusnya tercermin pada peningkatan daya beli dan kesejahteraan nelayan serta petani kita. Namun yang terjadi justru stagnasi. Sebagai mahasiswa perikanan, saya melihat potensi laut kita melimpah, tapi keberpihakan kebijakan Bupati dalam mengelola sektor ini sangat lamban dan tidak terukur,” tegas Erwin kepada Radar Tipikor.com, Sabtu (25/4/2026)

Rakyat Menanti Bukti, Bukan Sekadar Narasi

Lebih lanjut, Erwin menilai posisi Bupati sebagai pucuk pimpinan seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi. Namun, indikator ekonomi di sektor-sektor kunci justru menunjukkan performa yang lesu. Ia menganggap pemerintah daerah gagal dalam melakukan intervensi pasar dan penyediaan infrastruktur pendukung bagi para pelaku usaha kecil.

“Kita tidak butuh jargon yang enak didengar telinga, kita butuh eksekusi. Jika rata-rata pendapatan masyarakat di sektor pertanian dan perikanan masih begini-begini saja, maka slogan ‘Gerak Cepat’ itu hanyalah gimik politik yang gagal dibuktikan,” tambah mahasiswa asal SBT tersebut.

BACA JUGA  Laporan Dugaan Penyelewengan Dana Ketahanan Pangan 2024 Ditangani Tim Khusus Inspektorat

Pekerjaan Rumah yang Menumpuk

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat SBT masih menanti langkah konkret dari Fachri Husni Alkatiri untuk membuktikan bahwa kepemimpinannya benar-benar bergerak cepat sebelum masa jabatannya berakhir. Publik berharap adanya evaluasi total terhadap dinas-dinas terkait agar potensi sumber daya alam SBT tidak hanya menjadi angka di atas kertas, tetapi benar-benar masuk ke kantong-kantong rakyat kecil.

 

(Rin ).