Kapal Pesiar Volendam Sandar di Komodo, 975 Turis Asing Kunjungi Habitat Komodo
LABUAN BAJO, radartipikor.com – Kapal pesiar mewah Volendam berbendera Belanda menyandarkan diri di Dermaga Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (19/3/2026). Kedatangan kapal milik Holland America Line ini membawa 975 penumpang dan 617 kru untuk menikmati keindahan Taman Nasional Komodo.
Kedatangan kapal yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 08.00 WITA ini merupakan bagian dari rute pelayaran wisata internasional. Sebelumnya, kapal berangkat dari Darwin, Australia, dan setelah dari Komodo akan melanjutkan perjalanan ke Benoa, Bali (20-21 Maret), kemudian menuju Singapura.
Berdasarkan data yang diperoleh, kapal Volendam memiliki ukuran panjang 209,10 meter dengan lebar 32,25 meter. Kapal berbobot 61.214 GT ini dinahkodai oleh Capt. Laurentius Oscar Van Eerten, dengan agen pelayaran PT Trans Cakrawala Perkasa.
Lonjakan Pengunjung dan Risiko Ekologis
Kedatangan 975 wisatawan mancanegara dalam satu hari ke Pulau Komodo diprediksi akan menyebabkan lonjakan signifikan jumlah pengunjung di kawasan konservasi tersebut. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi gangguan terhadap habitat komodo, reptil purba yang menjadi ikon pariwisata Indonesia.
Selain itu, konsentrasi wisatawan yang hanya terfokus pada satu titik di luar pulau utama dikhawatirkan membuat dampak ekonomi bagi masyarakat lokal tidak maksimal.
“Tujuan wisata yang hanya terfokus pada satu titik di luar main island juga berpotensi mengakibatkan perputaran ekonomi daerah yang dirasakan masyarakat secara langsung sangatlah minim,” demikian tertulis dalam laporan yang diterima redaksi.
Pengawasan Ketat Selama Kunjungan
Personel gabungan dari Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT diterjunkan untuk mengamankan kedatangan para wisatawan. Pengamanan melibatkan personel dari Kompi 4 Batalyon B Pelopor yang bersinergi dengan instansi terkait lainnya.
Kapal direncanakan akan bertolak meninggalkan perairan Komodo menuju Bali pada pukul 13.30 WITA untuk melanjutkan rangkaian pelayaran wisata di Indonesia.
(Redaksi)

