GERAK CEPAT! Polsek Waeapo Bekuk Pelaku Penganiayaan di Gunung Botak
Namlea, Radartipikor.com – Aksisigap ditunjukkan jajaran Polsek Waeapo. Sejumlah pelaku penganiayaan beruntun di kawasan pertambangan emas Gunung Botak, Kabupaten Buru, berhasil diringkus kurang dari 24 jam setelah kejadian.
Para pelaku berinisial “RM, MR, dan P ” diamankan pada Kamis [15/10/2026] malam di sekitar lokasi tambang. Penangkapan cepat ini menjadi bukti komitmen Polsek Waeapo dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah yang selama ini dianggap rawan konflik.
Kapolsek Waeapo, IPDA Rudy Hartono membenarkan
penangkapan tersebut saat ditemui di Mapolsek, Jumat [16/10/2026] pagi.
“Benar, para pelaku sudah kami amankan. Begitu menerima laporan dari TKP, tim langsung bergerak,” ujar Kapolsek.
Aksi penganiayaan berdarah itu terjadi pada Kamis sore sekitar pukul 17.00 WIT di salah satu basecamp penambang, di Jalur B Atas, kompleks Tanah Merah, Gunung Botak.
Insiden bermula saat korban dan para pelaku sedang mengonsumsi minuman keras bersama di basecamp. Tidak lama kemudian, salah seorang penambang bernama Riko dipukul oleh pelaku RM.
Melihat kejadian itu, korban berinisial ” K ” datang untuk melerai dan mendamaikan. Namun naas, bukannya damai, korban justru dihantam oleh pelaku R menggunakan kayu balok.
“Akibat aksi pemukulan tersebut, korban mengalami luka serius pada bagian kepala akibat hantaman benda tumpul,” jelas Kapolsek.
Korban kemudian dilarikan warga ke Puskesmas Waekasar untuk mendapatkan perawatan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, baik para pelaku, korban, maupun saksi merupakan pekerja penambang kolam di lokasi Tanah Merah. Meski bekerja di dua kolam yang berbeda, mereka diketahui berada di bawah satu bos atau pemodal yang sama berinisial *U*, yang saat ini berdomisili di Desa Debowae, Kecamatan Waelata.
Baik pelaku maupun korban diketahui sama-sama berasal dari Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Perawat di UGD Puskesmas Waekasar membenarkan korban sempat dirawat di tempatnya.
“Korban mengalami luka di tangan kiri dan di bagian kepala dan dirawat di sini. Namun pagi ini korban sudah menuju ke Polsek dan tidak lagi balik ke sini,” ujar perawat UGD.
Saat ini, ketiga pelaku telah diamankan di Mapolsek Waeapo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kapolsek menambahkan, saksi bernama Riko dan Onco Cicak belum dapat dimintai keterangan terkait insiden tersebut.
“Kasus ini masih terus kami kembangkan untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya di balik aksi penganiayaan beruntun ini,” ujar IPDA Rudy.
Menanggapi isu yang beredar di tengah masyarakat, Kapolsek menegaskan tidak ada korban jiwa dalam aksi tersebut.
“Informasi yang menyebutkan ada korban meninggal dalam aksi tersebut, kabar itu tidak benar. Saya berharap warga harus dewasa dalam menyaring informasi dan jangan mudah terjebak hoax,” pintanya.
Hingga berita ini diturunkan, bos berinisial U belum dapat dikonfirmasi guna dimintai klarifikasi terkait statusnya sebagai pemodal kolam karena keterbatasan komunikasi.
(Red)

