Bencana Menimpa Satu Keluarga di Desa Pota Wangka, Atap Terbongkar Hingga Kabel Listrik Putus
Labuan Bajo, RadarTipikor.Com – Nasib pilu menimpa sebuah keluarga yang kehilangan rumah karena tertimpa bencana angin kencang disertai guyuran hujan deras mengakibatkan atap rumah terbongkar ditiup angin, terjadi di Kampung Golo Galang, Desa Pota Wangka, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat sekitar pkl. 23.00 Wita.
Informasi ini diterima wartawan radar Tipikor, melalui pesan whatsap yang dikirim oleh Petrus Robertus Sentosa kerap dipanggil Rober selaku Kepala desa Pota Wangka pada Kamis 22/1/2026 pagi.
Pihaknya menerangkan bahwa kejadian tersebut menimpa salah satu warga asal kampung Golo Galang Rt 002, Rw 001, Dusung Golo Galang.
“Salah satu rumah warga atas nama Herman Yosep Karyawan mendapatkan kan musibah bencana alam. Rumah tersebut disambar angin kencang disertai hujan deras mengakibatkan rumah tersebut roboh,” ungkap Rober
Hal yang paling mencemaskan kata Robertus adalah kondisi kabel PLN yang putus disambar seng atap rumah itu sehingga pihaknya berupaya menghubungi pihak PLN.
“Akibat atap rumah tersambar angin kencang, maka atap seng menghantam kabel PLN sehingga putus. Saat ini kami sudah menghubungi pihak PLN dan petugas sedang dalam perjalanan menuju tempat kejadian,” terang kades Rober
Menyikapi adanya musibah ini, Kepala desa bersama warga sekitar melakukan penanganan darurat dengan mengamankan perabot dalam rumah dan melaporkan kepada Dinas terkait.
“Pemerintah desa Pota Wang saat ini sedang berupaya melakukan penanganan darurat membereskan perabot rumah tangga korban dan langsung membuat laporan secara resmi kepada… Dinas bencana alam, dinas sosial jga bupati dan wakil bupati,” tandas Rober.
Kades menambahkan bahwa tidak ada korban nyawa dalam kejadian ini selain rumah dan perabot lainnya yang rusak akibat kejadian itu dengan total kerugian mencapai 50 an juta Rupiah
Rumah yang semula berukuran 6×12 m², beratap seng, dinding setengah tembok kini hanya menyisahkan rangka-rangka serta tembok.
Menyaksikan peristiwa ini seisih rumah tersebut tidak bisa berbuat apa-apa selain memanfaatkan lagi sisa bangunan yang roboh untuk bangun tempat tinggal darurat.
Dalam kondisi tidak berdaya korban hanya bisa mengharapkan perhatian dan kepedulian dar berbagai pihak baik pemerintah maupun individu.
“Semoga saja dengan melihat kondisi kejadian ini pihak pemerintah maupun individu bisa membantu.kami dalam bentuk apa saja baik bantuan material maupun financial untuk meringankan beban kami dalam menghadapi kejadian yang tidak terduga ini,” imbuh Herman. (Fijay)

