Diduga Geram Ibunya sering Dipukuli, Remaja 21 Tahun Aniaya Ayah tirinya Hingga Tewas Bersimbah darah
Soppeng, RadarTipikor.Com – Diduga Tak terima Ibunya sering di aniaya, Seorang remaja ‘Ev’ (21) Habisi Nyawa ayah tirinya ‘Naharu’ (54). Peristiwa ini terjadi di BTN sentral, lorong Sejahtera, Kelurahan lapajung, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan Sabtu 25/03/2023 pukul 12.43 WITA.
Dari keterangan warga sekitar Korban mengatakan, Memang orangnya kasar dan Kerap Cekcok dengan istri nya.
.”Itu Korban Memang orang nya kasar, sering kali saya Dengar dia Cekcok Dengan istri nya dan sesekali saya intip korban juga saya lihat menganiaya istri nya dan karena itulah si anak Ini mungkin karena sudah geram melihat tingkah laku ayah tirinya itu hingga membuat dia naik Pitam dan nekat menganiya Ayah tiri nya itu dengan hingga tewas Bersimbah darah”. Kata Salah satu warga yang Enggan menyebutkan nama nya.
“Memang ini korban orang nya emosian suka marah tidak jelas cuman karena masalah-masalah sepele”. Tambah Teman Nongkrong Korban
Pekerjaan sehari hari Korban ‘Naharu’ Adalah Seorang Pekerja Tukang jahit di Samping pasar Sentral Soppeng. Di ketahui korban juga adalah kk dari istri bapak Lurah lapajung (Saoda) dan jg kk dari ketua Ones TV Sangata kalimatan Timur (Rahman Ali. S.Sos.)
Jenasah Korban Saat ini sudah bawah ke RSUD LATEMMAMA pukul untuk dilakukan Autopsi.
Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres AKP Andi Irvan Fachri mengatakan, pelaku Adalah RIVALDI Alias IVANUmur :21tahun, Pekerjaan Kurir, Alamat Sentral Kelurahan Lapajung Kec.Lalabata Kab.Soppeng
Kronologis kejadian,
Pelaku mendatangi korban yang sementara baring baring di ruang tamu di dalam rumah kemudian pelaku lansung memukuli korban dengan memggunakan potongan pipa besi yang pelaku ambil di rumah omnya.Lel.ASRI di BTN Pesona ompo.
Alasan pelaku melakukan penganiayaan krn ibu kandung pelaku yang sebagai istri korban, diketahui kerap dianiaya oleh korban.
Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka terbuka dan meninggal dunia di TKP. (A. Sudirman)

