Mahasiswa BimaNtb

NTB Mendunia, IMAWI Bima: Akses Jalan Rusak di Bima Mencoreng Slogan Pemerintah

BIMA, radartipikor.com — Slogan “NTB Mendunia” yang terus digelorakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendapat sorotan tajam dari Ikatan Mahasiswa Ambalawi (IMAWI) Bima.

IMAWI Bima menilai realitas infrastruktur di daerah, khususnya kondisi jalan di Kabupaten Bima, sangat bertolak belakang dengan narasi megah yang digaungkan pemerintah.

Ketua IMAWI Bima, Arya Algantara, menegaskan bahwa ketimbang prestasi atau pembangunan infrastruktur yang merata, justru kondisi jalan rusak yang parah di berbagai wilayah Kabupaten Bima yang kini makin “mendunia” di mata masyarakat.

Sejumlah wilayah strategis di Kabupaten Bima dicatat mengalami kerusakan infrastruktur jalan yang memprihatinkan, di antaranya:
1. Kecamatan Ambalawi & Wera: Akses penghubung yang padat aktivitas ekonomi warga rusak parah dan berlubang.
2. Kecamatan Donggo & Soromandi: Jalur pegunungan dan pesisir yang rawan serta membahayakan pengendara.
3. Kecamatan Lambu, Langgudu, & Lambitu: Wilayah dengan kondisi jalan bergelombang dan belum tersentuh perbaikan maksimal, sehingga mengisolasi mobilitas warga.

“Slogan ‘NTB Mendunia’ seolah menjadi narasi manis yang tidak menyentuh akar persoalan masyarakat bawah. Faktanya, jalan di kecamatan seperti Ambalawi, Wera, Donggo, Soromandi, Lambu, Langgudu, hingga Lambitu rusak parah dan terkesan dibiarkan bertahun-tahun.Kalau ini yang terus dibiarkan, bukan prestasinya yang dikenal, melainkan jalan rusaknya yang justru mendunia,” tegas Arya Algantara.

IMAWI Bima juga menyoroti dampak buruk dari rusak akses jalan tersebut terhadap perekonomian warga. Masyarakat di kecamatan-kecamatan tersebut yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian, kelautan, dan perdagangan sangat dirugikan karena biaya transportasi yang melambung tinggi serta meningkatnya risiko kecelakaan.

Melalui pernyataan ini, Arya Algantara mendesak Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Bima untuk segera mengambil langkah konkret, bukan sekadar menebar janji atau retorika slogan.

BACA JUGA  SEMMI Bima Somasi Dirut Pegadaian, OJK, dan Menteri BUMN Soal Dugaan Penggelapan di Ambalawi

IMAWI Bima menuntut pengalokasian anggaran yang jelas serta percepatan perbaikan infrastruktur jalan demi kesejahteraan dan keselamatan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Bima.

 

(Red)