Kabupaten BuruMahasiswa BuruMalukuNamlea

BEM Universitas Iqra Buru Turun Jalan Galang Dana untuk Korban Gempa NTT

Namlea, Radartipikor.com – Gempa bumi berkekuatan signifikan mengguncang sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Guncangan hebat tersebut merusak hunian warga, fasilitas umum, serta memaksa ratusan masyarakat kehilangan tempat tinggal. Di tengah duka dan keterbatasan yang dialami, warga NTT kini berjuang bertahan hidup. Kebutuhan mendesak seperti makanan, air bersih, pakaian, dan tempat tinggal sementara menjadi prioritas utama yang sangat dibutuhkan.

Melihat kondisi tersebut, kepedulian pun mengalir dari berbagai daerah, termasuk dari Bumi Bupolo, Kabupaten Buru. Puluhan mahasiswa Universitas Iqra Buru bersama sembilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas dan organisasi kemahasiswaan menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu warga NTT yang terdampak bencana gempa bumi. Aksi kemanusiaan ini berlangsung di sejumlah titik di Kota Namlea dan mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Buru untuk turut membantu meringankan beban saudara-saudara di NTT.

Aksi yang dilakukan berupa penggalangan dana tunai, pakaian layak pakai, serta bantuan lainnya yang nantinya akan disalurkan langsung kepada korban gempa bumi di NTT.Screenshot 2026 08 25 22 39 14 606 com.whatsapp edit
“Kami ingin menegaskan bahwa aksi ini bukan tentang siapa yang paling hebat, bukan tentang organisasi mana yang paling besar. Ini murni soal kemanusiaan! Ketika saudara kita di NTT menangis, kita pun harus ikut merasakan kesedihan mereka,” ujar Jamal Nukuhehe dalam orasinya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menunggu kaya baru berbagi. “Sedikit yang kita berikan, jika dilakukan bersama-sama, akan menjadi besar dan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” tambahnya.

Aksi ini digagas oleh mahasiswa Universitas Iqra Buru dan diikuti oleh sembilan BEM, yaitu: BEM Universitas, BEM Fakultas Perikanan, BEM FKIP, BEM Pertanian, BEM Hukum, BEM Sastra, BEM Ekonomi, BEM Teknik, dan BEM Agama Islam. Gerakan ini juga mendapat dukungan penuh dari GMPRI dan LMND Kabupaten Buru. Para mahasiswa menegaskan bahwa gerakan ini murni lahir dari panggilan kemanusiaan, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu.

BACA JUGA  Dugaan Senjata Hilang di SBB Masih Belum Terang, Warga Pertanyakan Kepastian Hukum

Penggalangan dana dilaksanakan pada 25 Agustus 2026 di sejumlah lokasi strategis, dimulai dari Pasar Namlea, Simpang Lima, dan dilanjutkan di Bundaran RH Kota Namlea, ibu kota Kabupaten Buru.

Aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas kemanusiaan kepada saudara-saudara di NTT yang kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan uluran tangan akibat bencana gempa bumi.

“Kami mengetuk pintu hati kita semua. Mari kita buktikan bahwa mahasiswa bukan hanya berbicara tentang perubahan, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan. Mari kita buktikan bahwa semangat orang basudara tidak hanya menjadi kata-kata, tetapi menjadi tindakan nyata,” tegas salah satu perwakilan mahasiswa dalam orasinya.

“Dari Buru untuk NTT. Dari mahasiswa untuk kemanusiaan! Dari tangan kita, untuk saudara-saudara kita! Karena satu rupiah, satu pakaian, dan satu kepedulian dari kita, adalah harapan bagi mereka yang sedang membutuhkan,” ajak para mahasiswa.

Hingga berita ini diturunkan, kegiatan penggalangan dana masih terus berlangsung dan terbuka untuk seluruh masyarakat Kabupaten Buru yang ingin turut berbagi.

 

(Rin)