Kab. Manggarai BaratLabuan bajoNtt

Gempa M7,7 Guncang Manggarai Barat, Satu Warga Meninggal dan Sejumlah Rumah Rusak

LABUAN BAJO | RADARTIPIKOR.COM — Gempa bumi tektonik kuat mengguncang wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa yang berpusat di wilayah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, tersebut menyebabkan korban jiwa dan kerusakan material di sejumlah wilayah Kabupaten Manggarai Barat.IMG 20260815 WA0027

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi pada pukul 04.58.24 WIB atau sekitar pukul 05.58 WITA, dengan pusat gempa berada 30 kilometer timur laut Mbay-Nagekeo, NTT, pada kedalaman 15 kilometer dan koordinat 8,41 LS–121,39 BT.

BMKG sebelumnya mengeluarkan peringatan dini tsunami akibat gempa tersebut. Dalam pemutakhiran BMKG, gelombang tsunami terdeteksi di sejumlah wilayah, termasuk Labuan Bajo dengan ketinggian sekitar 0,36 meter. Peringatan dini tsunami kemudian dinyatakan berakhir.

Di Kabupaten Manggarai Barat, salah satu wilayah yang dilaporkan mengalami dampak cukup parah adalah Kecamatan Boleng.

Di Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan parah. Selain kerusakan material, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka.

Korban meninggal dunia yang dilaporkan adalah Siti Hawa, lahir di Terang pada 22 Juli 1946. Perempuan berstatus janda tersebut merupakan warga Dusun Satu, RT 01/RW 01, Desa Golo Sepang dan diketahui bekerja sebagai ibu rumah tangga.

Sementara itu, empat warga dilaporkan mengalami luka-luka.

Korban pertama, Afifa Nadif Atika, 13 tahun, mengalami luka pada bagian kepala dan mendapatkan jahitan. Ia merupakan warga Dusun Satu, RT 01/RW 01, Desa Golo Sepang dan berstatus sebagai siswa.

Korban kedua, Jumrah, 70 tahun, mengalami luka jahit pada bagian kepala. Ia merupakan warga Dusun Satu, RT 01/RW 01, Desa Golo Sepang dan bekerja di bidang perkebunan.

BACA JUGA  Bantuan Paket Ramadhan dari KSOP, PELNI, dan BMKG Diserahkan kepada Warga Nanga Boleng

Korban ketiga, Siti Hawa, 82 tahun, juga dilaporkan mengalami luka jahit pada bagian kepala. Ia tercatat sebagai warga Dusun Satu, RT 01/RW 01, Desa Golo Sepang dan bekerja di bidang perkebunan.

Korban keempat, Emilia, 26 tahun, dilaporkan dievakuasi ke Rumah Sakit Marombok. Ia merupakan warga Dusun Satu, RT 01/RW 01, Desa Golo Sepang dan berstatus sebagai mahasiswa.

Di Desa Golo Nobo, rumah milik Henrikus Senadin mengalami kerusakan berupa bagian dinding yang runtuh. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta.

Sementara di Desa Golo Ketak, rumah milik Ahmad Amran mengalami kerusakan pada bagian dinding yang runtuh dengan perkiraan kerugian sekitar Rp20 juta.

Di Desa Tanjung Boleng, tepatnya di Dusun Boleng Darat, sebanyak lima unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan. Rumah-rumah tersebut merupakan milik Hamdi, Saripa, Abdul Nur, Isa, dan Siti Wo.

Selain kerusakan rumah, satu warga bernama Atun dilaporkan mengalami patah tulang paha.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Desa Golo Mbuit. Tiga rumah warga mengalami kerusakan dengan perkiraan kerugian material masing-masing sekitar Rp25 juta milik Julkifli, Rp20 juta milik Jelismo, dan Rp25 juta milik Ardi. Ketiga warga tersebut beralamat di Tureng, Desa Mbuit.

Pasca-gempa, masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dilaporkan banyak mengungsi ke daerah yang lebih tinggi atau ke kawasan pegunungan karena khawatir terhadap potensi tsunami.

Sementara korban meninggal dunia di Desa Golo Sepang telah dimakamkan pada hari yang sama di Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat.

Masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang terkait kondisi gempa dan potensi gempa maupun tsunami susulan.

(Red)