HukumKalimantan TimurPolemikSamarinda

Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim Buka Suara Terkait Pelaporan Hukum: “Ini Upaya Pembungkaman Suara Rakyat”

KALTIM, RADARTIPIKOR.COM – Perwakilan dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim), Edna Luna, menyampaikan pernyataan resmi terkait situasi demokrasi terkini dan tindak lanjut hukum yang menerpa aliansinya.

Pernyataan ini dikeluarkan menyusul adanya laporan kepolisian yang dilayangkan oleh seorang warga berinisial S terhadap pihak aliansi.

Dalam video pernyataannya, Edna Luna menegaskan bahwa aliansi selama ini bergerak secara murni untuk menyuarakan aspirasi rakyat, termasuk melakukan serangkaian aksi demonstrasi dan kritisi terhadap Pemerintah Provinsi (Gubernur Kaltim) terkait dugaan pemborosan APBDan praktik KKN.

Edna menyayangkan adanya laporan dari Saudara S yang dinilainya memutarbalikkan fakta di lapangan. Pihak pelapor menuduh aliansi telah melakukan intimidasi dan tindakan persekusi saat mendatangi kediamannya.

“Kami datang baik-baik ke rumah Anda, melakukan tabayun dan bersilaturahmi. Kami juga sudah menjalankan SOP dengan berkoordinasi kepada Ketua RT setempat serta menghadirkan aparat keamanan di lokasi kejadian,” ujar Edna Luna.

Ia menambahkan bahwa saat itu sang pemilik rumah mempersilakan mereka masuk dengan baik. Oleh karena itu, tuduhan intimidasi yang beredar dinilai sangat melukai perjuangan mereka.

Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim menduga bahwa laporan hukum tersebut merupakan salah satu bentuk upaya pembungkaman terhadap suara kritis masyarakat sipil agar mereka menghentikan gerakan dan tuntutan mereka.

Meskipun dihadapkan pada persoalan hukum, Edna memastikan bahwa aliansinya akan tetap konsisten berada di garis perjuangan rakyat dalam mengawal transparansi pemerintahan di Kalimantan Timur. Pihaknya juga meminta pelapor untuk merenungkan kembali tindakan hukum yang telah diambilnya.

Menutup pernyataannya, Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim menyampaikan apresiasi serta meminta doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat Kalimantan Timur agar keadilan tetap tegak.
“Kami berharap hukum yang terjadi di negeri ini tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Kami berharap hukum bisa seadil-adilnya,” pungkas Edna.

BACA JUGA  Kapolda Kalteng Terima Kunjungan IAHN Kota Palangka Raya

 

(Rizal)