Gunung BotakKabupaten BuruMalukuNamlea

Raja Kaiely Minta Polisi Tangkap Otak Aksi Tolak Penertiban Gunung Botak dan Dukung Upaya Pemerintah

Namlea, Radartipikor.com — Raja Petuanan Kaiely, Abdullah Wael, meminta aparat penegak hukum menangkap dan memproses secara hukum pihak yang dianggap sebagai otak di balik aksi penolakan terhadap penertiban kawasan tambang emas tanpa izin di Gunung Botak. Pernyataan itu disampaikan menanggapi protes yang muncul setelah pemerintah Provinsi Maluku mengumumkan rencana penertiban kawasan tersebut.

Abdullah Wael menegaskan bahwa para tokoh adat tidak mengetahui dan tidak pernah memberikan persetujuan atas aksi demonstrasi yang dilakukan oleh segelintir kelompok itu. Menurutnya, tindakan tersebut tidak mewakili aspirasi masyarakat adat dan justru diduga melindungi kepentingan pihak-pihak tertentu di belakang layar.IMG 20251130 WA0001“Kami para tokoh adat tidak pernah mengetahuinya, apalagi sampai tingkat koordinasi dan pergerakan-pergerakan mereka; hal itu tidak akan pernah kami setujui,” tegas Abdullah Wael.

Raja Kaiely menilai kelompok yang melakukan aksi diduga melindungi kepentingan “cukong” besar—termasuk praktik penjualan sianida, bahan beracun berbahaya (B3), bahkan dalam jumlah ton—yang dinikmati oleh pihak-pihak yang berada di balik kelompok tersebut. Ia menyampaikan keprihatinan serius atas hal ini.

“Kami tidak pernah setuju aksi demo oleh segelintir oknum tersebut. Malah kelompok ini dianggap melindungi kepentingan para cukong besar dari belakang, baik penjualan sianida — bahan beracun berbahaya (B3) — maupun dalam jumlah ton, dan mereka yang menikmati semua kesenangan dari kelompok yang mereka lindungi dari belakang,” ujar Abdullah Wael dengan tegas.

Di sisi lain, Raja Petuanan Kaiely menegaskan dukungan unsur adat terhadap program penertiban yang digagas pemerintah. Ia mengajak warga untuk mematuhi aturan sebagai warga negara yang baik dan berharap penertiban dilaksanakan dengan tujuan yang jelas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Saya bersama unsur adat sangat mendukung program pemerintah, karena selaku warga negara yang baik kita harus tunduk dan taat terhadap aturan, apalagi berkaitan dengan program-program pemerintah untuk menertibkan aktivitas Gunung Botak,” kata Abdullah Wael. “Kami berharap tujuan penertiban mempunyai makna bagi hari esok, sehingga Gunung Botak bisa ditata dengan baik dan masyarakat merasakan perubahan kesejahteraan nanti.”

BACA JUGA  Patut Di Pertanyakan; WNA Menjadi Karyawan Di Ibu Angkat Koperasi

Oleh karena itu, Raja Kaiely mendesak aparat berwenang untuk mengusut tuntas dan menangkap siapa pun yang terbukti menjadi dalang di balik demonstrasi yang dinilai menentang penertiban kawasan tambang emas ilegal tersebut. Ia meyakini aksi itu dimanfaatkan oleh pihak yang menunggangi gerakan protes.

Abdullah Wael menyatakan harapannya agar proses hukum dijalankan demi kepastian hukum dan keteraturan di daerahnya.

Selain itu, Raja Kaiely mendesak pemerintah provinsi dan aparat kepolisian untuk segera mengambil langkah tegas memutus mata rantai peredaran bahan beracun berbahaya (B3) serta jaringan peredaran merkuri yang diduga terkait dengan aktivitas tambang ilegal di kawasan tersebut. Ia menekankan pentingnya tindakan cepat untuk melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

 

(Rin)