Tinjau Lokasi WPR Gunung Botak, Gubernur Maluku dan Forkopimda Tiba di Kabupaten Buru
BURU, radartipikor.com – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M., melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Buru pada Rabu (06/05/2026). Kunjungan ini difokuskan pada peninjauan langsung lokasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) Gunung Botak yang terletak di Desa Persiapan Wamsaid, Kecamatan Waelata.
Penyambutan Adat di Bandara Namniwel
Menggunakan pesawat TNI AD Type Cassa 212-200 dengan nomor registrasi A-9144 yang dipiloti oleh Mayor Cpn Adhit, Gubernur beserta rombongan mendarat di Bandara Namniwel Sawah, Kecamatan Lilialy, pada pukul 08.55 WIT.
Kedatangan orang nomor satu di Maluku ini disambut hangat oleh Penjabat Bupati Buru, Ikram Umasugi, S.E., bersama unsur Forkopimda Kabupaten Buru. Prosesi penyambutan diwarnai dengan tradisi pengalungan kain Lestari dan pementasan tarian adat khas Buru sebagai bentuk penghormatan, sebelum rombongan menuju gedung terminal untuk melaksanakan coffee break sejenak.
Rombongan High-Level Forkopimda
Dalam kunjungan strategis ini, Gubernur didampingi oleh jajaran pejabat tinggi Provinsi Maluku, di antaranya:
Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han.
•Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si.
•Danrem 151/Binaiya, Brigjen TNI Rafles Manurung, S.I.P.
Serta jajaran asisten Kasdam, pejabat utama Kejaksaan Tinggi Maluku, dan pimpinan DPRD Kabupaten Buru.
Meninjau Kerusakan Lingkungan di Gunung Botak
Rombongan bertolak dari bandara menuju kawasan Gunung Botak. Setibanya di Pos Jalur H, Gubernur dan rombongan memilih melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Pos Tanah Merah guna memantau langsung situasi terkini di lapangan.
Dalam acara seremonial hasil penertiban di Pos Tanah Merah, Danrem 151/Binaiya, Brigjen TNI Rafles Manurung, memaparkan laporan terkait operasi penertiban yang telah dilakukan oleh Satgas di kawasan tersebut.
Gubernur Hendrik Lewerissa dalam sambutannya menegaskan keprihatinannya terhadap kondisi ekosistem di wilayah tambang tersebut.
“Kita tidak bisa menutup mata bahwa kondisi kawasan Gunung Botak saat ini telah mengalami kerusakan yang cukup serius akibat aktivitas penambangan,” tegas Gubernur di hadapan tamu undangan.
Kunjungan ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret terkait pengelolaan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang lebih tertata dan ramah lingkungan, guna meminimalisir dampak kerusakan alam yang lebih luas di masa depan.
(Red)

