Kabupaten BuruKlarifikasiMahasiswa BuruMalukuNamlea

LMND Buru Tegaskan Struktur Organisasi, Kelompok Muh. Isnain Mukadar Disebut Bukan Bagian dari Struktur yang Diakui

NAMLEA | RADARTIPIKOR.COM — Eksekutif Kabupaten Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Buru menyampaikan pernyataan sikap kolektif terkait penegasan identitas organisasi, legitimasi kepemimpinan nasional, serta keutuhan struktur kelembagaan.

Pernyataan yang disampaikan di Namlea, Kamis (29/10/2026), tersebut ditandatangani atas nama seluruh jajaran pengurus dan kader Eksekutif Kabupaten LMND Buru sebagai bentuk penegasan posisi kelembagaan mereka di tengah adanya perbedaan klaim mengenai struktur dan kepemimpinan organisasi.

Dalam pernyataan tersebut, jajaran LMND Buru menegaskan bahwa kelompok yang dipimpin oleh Muh. Isnain Mukadar tidak mereka akui sebagai bagian dari struktur resmi LMND yang mereka jalankan, baik di tingkat nasional maupun Kabupaten Buru.

Mereka memandang kelompok tersebut sebagai entitas yang terpisah secara kelembagaan dan memiliki keterkaitan dengan Partai Prima. Karena itu, menurut sikap kelembagaan yang disampaikan, kelompok tersebut tidak dapat disamakan dengan struktur resmi LMND Buru versi mereka.

Selain mempertegas identitas organisasi di tingkat kabupaten, LMND Buru juga menyampaikan pengakuan terhadap kepemimpinan nasional yang mereka ikuti.

Dalam pernyataan tersebut, mereka menegaskan bahwa kepemimpinan nasional yang diakui adalah Eksekutif Nasional LMND di bawah Ketua Umum Claludion Kangia Sare dan Sekretaris Jenderal Taufiq Muh Raji.

Pengakuan tersebut, menurut mereka, merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan garis perjuangan, konsistensi organisasi, serta koordinasi struktural LMND di seluruh wilayah Indonesia.

LMND Buru menilai kejelasan struktur dan kepemimpinan menjadi hal mendasar agar pelaksanaan aktivitas organisasi tetap berada dalam jalur koordinasi yang mereka yakini sebagai garis resmi perjuangan.

Dalam poin berikutnya, jajaran LMND Buru menyatakan bahwa setiap pernyataan, aktivitas, maupun publikasi yang berasal dari kelompok di luar struktur yang mereka akui bukan merupakan tanggung jawab kelembagaan LMND Buru.

BACA JUGA  Yakin Menang Paslon AMANAH Gelar Konfrensi Pers

Mereka juga menegaskan bahwa setiap pernyataan atau kegiatan yang mengatasnamakan LMND Buru tidak dapat serta-merta dianggap sebagai sikap resmi organisasi tanpa adanya kejelasan sumber dan struktur yang bertanggung jawab.

Atas dasar itu, mereka meminta agar setiap klaim yang menggunakan nama LMND Buru merujuk pada struktur dan saluran komunikasi resmi yang mereka akui.

LMND Buru turut mengimbau instansi pemerintah, aparat penegak hukum, mitra organisasi, insan pers, serta masyarakat luas agar melakukan verifikasi terhadap setiap informasi, pernyataan, dan kegiatan yang mengatasnamakan organisasi tersebut.

Mereka berharap seluruh pihak merujuk pada Eksekutif Kabupaten LMND Buru sebagai struktur yang menurut pernyataan mereka mewakili organisasi di wilayah Kabupaten Buru, sesuai dengan garis koordinasi kepemimpinan nasional yang mereka akui.

Imbauan tersebut disampaikan untuk menghindari kesalahpahaman mengenai identitas organisasi maupun tanggung jawab kelembagaan atas berbagai aktivitas yang menggunakan nama LMND.

Di tengah perbedaan klaim kepemimpinan, jajaran LMND Buru juga mengajak seluruh kader untuk tetap solid, menjaga persatuan, memperkuat konsolidasi, serta merawat identitas dan marwah organisasi.

Mereka menegaskan bahwa perbedaan klaim kepemimpinan seharusnya tidak mengaburkan tujuan perjuangan mahasiswa dan rakyat dalam memperjuangkan demokrasi, keadilan sosial, serta kedaulatan rakyat.

Bagi LMND Buru, organisasi bukan sekadar nama, melainkan wadah perjuangan yang menuntut konsistensi sikap, tanggung jawab kelembagaan, dan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.

Karena itu, kejelasan struktur dan identitas dinilai sebagai aspek mendasar yang harus dijaga bersama oleh seluruh kader dan pihak yang menggunakan nama organisasi.

Dalam penutup pernyataannya, jajaran LMND Buru menegaskan bahwa sikap kolektif tersebut dimaksudkan untuk memperjelas posisi kelembagaan, menghindari kesalahpahaman, menjaga ketertiban komunikasi organisasi, serta memastikan setiap aktivitas yang mengatasnamakan LMND Buru memiliki kejelasan sumber dan pertanggungjawaban.

BACA JUGA  Sudah 80 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Pengunungan Masih Terabaikan — Begini Kisah Kehidupan Mereka

Pernyataan tersebut ditutup dengan seruan organisasi: “Solid Bergerak, Teguh dalam Garis Perjuangan, Konsisten Membela Rakyat!”

Pernyataan sikap itu disampaikan atas nama seluruh jajaran pengurus dan kader Eksekutif Kabupaten Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Buru di Namlea, pada 29 Oktober 2026.

(Red)