HukrimLabuan bajoManggarai baratNtt

Istri Wartawan Radar Tipikor Mabar Klaim Terima Kabar Ancaman Pembunuhan, Minta Polisi Bertindak

Manggarai Barat, radartipikor.com – Seorang istri wartawan Radar Tipikor Manggarai Barat mengaku ketakutan setelah didatangi seorang oknum berinisial H pada malam hari sekitar pukul 20.00 Wita. Kedatangan oknum tersebut disebut untuk menyampaikan informasi bahwa suaminya diduga akan dibunuh oleh kelompok yang disebut sebagai orang Rareng.

Menurut pengakuan istri wartawan berinisial S itu, kabar yang disampaikan oleh oknum H membuat dirinya kaget, takut, dan merasa terganggu secara mental. Setelah oknum tersebut pergi, ia langsung menghubungi suaminya untuk memberitahukan informasi yang diterimanya.

“Dia datang malam-malam dan menyampaikan bahwa suami saya akan dibunuh oleh kelompok orang Rareng, katanya,” ujar S, sebagaimana dituturkan kepada wartawan.

S mengaku, informasi tersebut telah menimbulkan rasa trauma dan kekhawatiran terhadap keselamatan suaminya maupun keamanan keluarganya. Ia juga menilai kabar itu sangat serius karena menyangkut ancaman terhadap nyawa.

“Ini sangat serius. Saya merasa terganggu, baik secara mental maupun kenyamanan hidup saya dan anak saya, karena kabar yang beredar di lingkungan masyarakat setempat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, S juga menyebut adanya oknum berinisial B yang menurut keterangan yang diterimanya diduga menyuruh kelompok orang Rareng untuk membunuh suaminya. Karena itu, ia mendesak agar persoalan tersebut segera ditindaklanjuti secara hukum.

Ia meminta agar laporan resmi segera dibuat ke Polres Manggarai Barat terkait dugaan perencanaan pembunuhan terhadap suaminya. Menurutnya, kasus ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut keselamatan jiwa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut belum memberikan keterangan resmi. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut dan berimbang.

 

(Fjy)

 

 

BACA JUGA  Dedi Mulyadi tiba di Labuan Bajo untuk kunjungan kerja