HukrimKabupaten BuruMalukuNamleaTrendingViral

Korban Pembacokan OTK di Wagernangan Meninggal, Ketegangan antar Dua Desa Berhasil Diredam Polisi

Namlea, Radartipikor.com — Seorang warga Desa Waegapa berinisial MB (40) meninggal dunia setelah dikeroyok dan mengalami luka akibat sabetan senjata tajam oleh orang tak dikenal (OTK). Peristiwa berdarah itu terjadi pada Rabu sore, 25 Februari 2026, di Desa Wagernangan, Kecamatan Lolongguba, Kabupaten Buru.

Kematian MB—yang diidentifikasi bernama Majid Besan—memicu ketegangan antara warga Desa Waegapa dan Desa Wagernangan. Namun, upaya penanganan cepat personel kepolisian dari Polsek Waeapo dan Polres Buru berhasil meredam potensi bentrok antarwarga sehingga situasi dapat dikendalikan.

Kepala Polsek Waeapo, Ipda Palti Madelino Simanjuntak, S.Tr.K., membenarkan adanya kejadian tersebut ketika dikonfirmasi melalui pesan suara WhatsApp oleh Radartipikor.com pada Kamis sore, 26 Februari 2026. “Memang ada kejadian dugaan pengroyokan oleh sejumlah OTK yang menyebabkan korban atas nama Majid Besan meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit,” ujar Kapolsek.

Menurut keterangan Kapolsek, penyebab luka yang mengakibatkan kematian diduga akibat sabetan senjata tajam yang digunakan pelaku. Peristiwa bermula dari sebuah kecelakaan lalu lintas kecil (salin serempet) antara pengendara sepeda motor, salah satunya adalah teman korban. Saat korban mencoba membantu temannya, ia diduga disangka pelaku sehingga terjadi pengeroyokan. “Korban mencoba menyelamatkan diri dengan berlari meninggalkan tempat kejadian, namun kemudian terkejar dan dibacok menggunakan alat tajam oleh OTK,” kata Ipda Palti.

Kapolsek juga menjelaskan bahwa kronologi lengkap sedang ditangani oleh unit Reskrim Polres Buru, sementara personel Polsek Waeapo fokus mencegah bentrokan fisik antarwarga Waegapa dan Wagernangan. “Saya tidak bisa menjelaskan kronologis secara lengkap karena masalah tersebut langsung ditangani Reskrim Polres Buru. Personel Polsek Waeapo ditugaskan untuk mencegah jangan sampai terjadi bentrok fisik antar warga Waegapa dan warga Wagernangan,” terang Kapolsek.

BACA JUGA  Satgas Berhasil Buka Blokade di Wamsait Meski Dihadang Ratusan Demonstran dengan Pendekatan Humanis

Isu di lapangan sempat memanaskan suasana selama dua hari terakhir karena berkembang kabar bahwa pelaku pengeroyokan adalah warga Wagernangan. Namun, menurut pemeriksaan di lokasi kejadian, OTK yang diduga melakukan pengroyokan bukan merupakan warga tetap Desa Wagernangan; mereka dilaporkan hanya menumpang/tinggal sementara. “Kabarnya para OTK warga Desa Nafrua,” tambah Kapolsek.

Sumber dari warga Wagernangan yang enggan disebutkan namanya kepada media ini membenarkan bahwa korban awalnya berniat membantu, namun kemudian menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah OTK yang menggunakan senjata tajam. Menurut sumber tersebut, pelaku kini melarikan diri dan belum diketahui keberadaannya.

“Saya mendapatkan kabar bahwa korban telah meninggal dunia pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00. Keluarga korban datang mencari para pelaku sampai ke kompleks sumber dengan sopan dan tidak melakukan kekerasan,” kata sumber itu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kasat Reskrim Polres Buru. Redaksi Radartipikor.com telah berupaya menghubungi pihak kepolisian tersebut untuk meminta klarifikasi lebih lanjut mengenai kronologi dan perkembangan penyidikan dugaan tindak pidana pengeroyokan yang berujung pada kematian warga Desa Waegapa.

 

Liputan: Rin