Warga Reo Sebut Alat Medis di Rumah Sakit Pratama dan Puskesmas Diduga Kedaluwarsa
Reo, Radartipikor.com — Masyarakat Reo, Kabupaten Manggarai, dan sekitarnya mengaku resah setelah beredar dugaan bahwa peralatan medis yang digunakan di Rumah Sakit Pratama Reo dan Puskesmas setempat sudah kedaluwarsa atau belum dikalibrasi. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran di tengah warga yang datang untuk memeriksakan kesehatan mereka.
Sejumlah warga menyebut situasi tersebut membuat mereka tidak nyaman saat berobat. Mereka pun meminta pemerintah segera turun tangan dan menyelesaikan persoalan ini secara terbuka, karena menyangkut keselamatan pasien.
“Kami tidak mau mati sia-sia karena pengobatan yang tidak tepat ketika kami datang berobat saat sakit. Dengan peralatan yang belum terkalibrasi, maka diagnosa menjadi seperti mengarang bebas, mengikuti feeling tenaga kesehatan belaka,” ujar salah seorang warga.
Warga menilai nyawa manusia bukan bahan percobaan. Karena itu, mereka mendesak agar manajemen Dinas Kesehatan Manggarai segera mengambil langkah nyata untuk menjawab keresahan masyarakat.
Kekhawatiran lain juga muncul terkait peralatan rumah sakit yang disebut dibeli pada tahun 2010, namun baru digunakan pada tahun 2023 saat Rumah Sakit Pratama mulai beroperasi. Menurut warga, penggunaan peralatan lama di rumah sakit baru tentu sangat berisiko, terlebih untuk layanan kesehatan yang menyangkut keselamatan pasien.
Masyarakat juga mengeluhkan pelayanan kesehatan yang dinilai belum maksimal. Mereka menyebut telah membayar BPJS setiap bulan, namun belum mendapatkan pelayanan dari dokter ahli sebagaimana mestinya. Bahkan, sejak rumah sakit berdiri, disebut hanya ada satu dokter umum yang melayani UGD, rawat inap, KIA, poli, sekaligus merangkap sebagai direktur rumah sakit.
Selain itu, warga juga menyoroti alat USG yang disebut sudah lama tidak dikalibrasi. Kondisi ini dinilai semakin memperkuat kekhawatiran masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan yang mereka terima.
“Kami himbau agar pemerintah segera turun tangan atasi masalah ini. Jangan jalankan pelayanan kesehatan hanya demi pendapatan dari BPJS saja, masyarakat dikorbankan. Harus ada dokter ahli untuk layani kami sesuai aturan BPJS,” tegas warga.
Hingga berita ini diturunkan, Direktur Rumah Sakit Pratama Reo belum memberikan konfirmasi atas pertanyaan wartawan terkait dugaan tersebut.*

