Intel Kodam XIII/Merdeka Redam Ketegangan Kelompok Preman di Ratatotok
MITRA, radartipor.com – Kehadiran anggota Intel Kodam XIII/Merdeka di wilayah Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, berhasil mencegah potensi bentrokan fisik antara kelompok massa. Keberadaan personel TNI tersebut merupakan bagian dari tugas rutin monitoring kewilayahan di bawah komando Kodam XIII/Merdeka yang mencakup Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Peristiwa bermula saat anggota Intel Kodam XIII/Merdeka melintas di wilayah Ratatotok. Berdasarkan naluri intelijen, personel mencurigai adanya konsentrasi massa berpakaian hitam yang berkumpul di dekat Kios, area depan Labuhan.
Setelah dipantau, diketahui terdapat kelompok yang diduga preman berjumlah sekitar 25 orang. Kelompok ini dipimpin oleh VA dan RS (alias Komik), yang diduga dikerahkan oleh pihak yang mengklaim tanah (pihak kedua) dari pihak keluarga tertentu yang dikuasakan kepada EKM.
Situasi di lokasi sempat memanas dan tidak kondusif karena kelompok massa tersebut membawa berbagai jenis senjata tajam (sajam). Kehadiran kelompok gabungan dari wilayah Tombatu dan Basaan ini menimbulkan ketakutan bagi pihak pertama, yakni Ibu Nona, yang merasa terancam dan terganggu ketentramannya.
Melihat situasi yang mengancam keselamatan keluarganya, Ibu Nona segera meminta perlindungan kepada anggota Intel Kodam yang sedang berada di lokasi monitoring. Berkat kehadiran personel TNI sebagai penengah, eskalasi konflik dapat diredam sebelum jatuh korban jiwa.
Pihak keamanan berhasil mengamankan sejumlah senjata tajam yang dibawa oleh kelompok tersebut. Barang bukti sajam yang disita kemudian diserahkan oleh pihak TNI dan Kepolisian kepada Kasat Reskrim Polres Mitra setempat untuk proses hukum lebih lanjut.
Ibu Nona menyatakan rasa syukur dan apresiasinya atas kesigapan aparat keamanan.
”Saya sangat bersyukur ada pihak keamanan yang berdiri di tengah masyarakat di saat kami menghadapi teror dan ancaman seperti ini,” tutupnya.
Saat ini, situasi di lokasi dilaporkan mulai kondusif, namun aparat tetap melakukan pemantauan untuk memastikan keamanan warga sekitar tetap terjaga dari segala bentuk aksi premanisme. (Masyar)

