MakassarNasionalSulsel

Sopir Truk Nginap di Jalan Demi Solar, Antrean di SPBU Pettarani Makassar Mengular hingga Bawah Flyover

Makassar, radartipikor.com – Antrean panjang pengisian solar kembali terjadi di sejumlah SPBU Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 14 Oktober 2026. Kondisi ini membuat sopir truk terpaksa menginap di jalanan dekat stasiun pengisian bahan bakar agar tidak kehabisan stok.

Pantauan di SPBU Pertamina 74.902.31 Jalan AP Pettarani, deretan truk angkutan barang dan kontainer terlihat mengular hingga memakan satu lajur jalan. Bahkan, banyak kendaraan besar yang parkir khusus di bawah jalan layang (flyover) Pettarani sambil menunggu giliran mengisi solar.

Salah satu sopir truk bernama Waldi mengaku sudah menunggu sejak malam sebelumnya. “Wah, sudah tadi malam ini belum datang-datang juga ini solar kasihan. Dari jam sepuluh malam,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Waldi sebelumnya juga sudah mencoba mengantre di SPBU wilayah Pakatto, Kabupaten Gowa, namun tidak mendapatkan solar. “Tidak dapat solar. Jadi ini kita ini siksa ini begini kalau begini terus solar ini,” katanya.

Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Pertamina lainnya di Jalan AP Pettarani. Kendaraan bertonase besar sengaja menunggu di bahu jalan dan di bawah flyover agar tetap bisa mendapatkan solar. Meski antrean panjang, arus lalu lintas di Jalan AP Pettarani menuju Urip Sumoharjo masih terpantau lancar.

Pemkot Makassar bersama Pertamina sebelumnya telah menyiapkan skema pembagian SPBU menjadi empat klaster (Pelabuhan, Perintis, Pettarani, dan dalam kota) untuk mengurai antrean. Namun, di lapangan, antrean kendaraan besar masih terjadi.

Pertamina menyatakan stok solar di terminal dan SPBU Makassar masih aman. Antrean panjang lebih disebabkan lonjakan permintaan dari sektor logistik, bukan karena kelangkaan. Sementara itu, Kementerian ESDM juga menegaskan pasokan BBM di Sulawesi Selatan masih cukup dan meminta masyarakat tidak panik.

BACA JUGA  Satbrimob Polda Sulsel Bangun Jembatan Darurat di Desa Nepo Kab. Barru, Wujud Kepedulian untuk Akses Masyarakat

(Red)