Wujudkan Hunian Layak, Satgas TMMD Ke-128 Genjot Pengecatan dan Pengecoran Lantai RTLH
MITRA, radartipikor.com – Semangat pengabdian tanpa batas terus ditunjukkan oleh Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1302/Minahasa. Memasuki pertengahan bulan Mei, para prajurit fokus merampungkan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Tababo Induk, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara, Selasa 19/05/2026.
Suasana gotong royong yang kental. Anggota Satgas tampak cekatan mengayunkan kuas, memoles dinding luar dengan warna hijau cerah yang memberikan kesan segar dan bersih.
Pekerjaan fisik kali ini menyasar kediaman Bapak Heriyanto Puili. Setelah berhasil memperbaiki struktur utama bangunan, anggota Satgas kini bergerak cepat menyelesaikan tahap finishing. Pantauan di lokasi menunjukkan dedikasi para prajurit dalam dua poin utama pengerjaan:
• Pengecatan Dinding: Prajurit TNI tampak cekatan memoles dinding bagian luar dengan warna hijau cerah. Sentuhan ini memberikan wajah baru bagi rumah tersebut, menjadikannya tampak lebih bersih, rapi, dan estetis.
• Pengecoran Lantai: Selain dinding, tim lainnya fokus pada pengecoran lantai. Hal ini dilakukan untuk memastikan dasar rumah menjadi kokoh, rata, dan yang paling penting, bebas dari kelembapan tanah yang selama ini menjadi kendala kesehatan penghuni.
Program perbaikan RTLH ini merupakan salah satu agenda unggulan dalam TMMD ke-128. Program ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan upaya nyata negara melalui TNI untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah pedesaan agar memiliki hunian yang layak, sehat, dan aman.
Rasa haru terpancar dari wajah Bapak Heriyanto Puili. Sebagai penerima manfaat, ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran TNI di desanya.
Dengan progres yang berjalan cepat dan terukur, pengerjaan renovasi ini diharapkan selesai dalam waktu dekat. Sinergi antara TNI dan masyarakat di Desa Tababo Induk menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong tetap menjadi fondasi kuat dalam pembangunan daerah di Minahasa Tenggara.
(Masyar)

