Gubernur MalukuGunung BotakKabupaten BuruMalukuNamlea

Gubernur Maluku Kunjungi Gunung Botak: “Membiarkan Lingkungan Rusak, Kita Semua Berdosa”

NAMLEA, radartipikor.com – Gubernur Provinsi Maluku, Hendrik Lewerissa, bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke kawasan tambang emas ilegal Gunung Botak, Pulau Buru. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi dan dampak dari aktivitas ilegal yang telah berlangsung lama, serta mengecek progres penertiban yang dilakukan oleh ratusan personel TNI yang bergabung dalam satgas sejak 27 April 2026.

Berdasarkan pantauan Radartipikor.com di lapangan, Gubernur dan rombongan tiba di Jalur H, Dusun Wamsaid, Desa Dava, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, sekitar pukul 12.00 WIT, Rabu siang (6/5/2026). Selanjutnya, Gubernur bersama rombongan menuju Gunung Botak dengan menggunakan sejumlah mobil khusus menuju kawasan yang dikenal sebagai lahan Kaku Lea Bumi.

Dalam sambutannya, Gubernur Maluku menyampaikan bahwa ini adalah pertama kalinya ia menginjakkan kaki secara fisik di lokasi tersebut.

“Saya merasa betapa parahnya kerusakan lingkungan akibat aktivitas ilegal yang terjadi begitu lama,” ujar Gubernur.

Ia memastikan telah terjadi pencemaran yang sangat parah. “Sianida dan mercury mencemari sungai, mencemari laut sekitar kita. Itu tidak perlu lagi diuji, karena sebelumnya sudah ada hasil uji dari lembaga kredibel, universitas, yang menyimpulkan pencemaran telah terjadi,” jelasnya.

“Berdosa kita sebagai pemimpin kalau membiarkan kerusakan lingkungan ini berlangsung terus-menerus dan tidak melakukan tindakan tegas, sungguh-sungguh menertibkan atau menormalisasikan kawasan ini seperti sedia kala,” tegas Gubernur.

Gubernur juga menyampaikan rasa syukur atas tindakan tegas dari Pangdam XV/Pattimura, Kapolda Maluku, dan para Forkopimda. “Sudah ada progres yang luar biasa,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih karena melihat langsung hasil kemajuan yang sangat signifikan. “Saya berharap sebagai Gubernur, penertiban ini bisa berlangsung permanen sehingga semua pihak yang memiliki izin dari pemerintah secara sah dapat melakukan pertambangan secara sah,” harapnya.

BACA JUGA  Kaku Lea Bumi Dipasangi Sasi Adat, Ada Dugaan Upaya Menutupi Jejak Uang Miliaran dari HI

Gubernur menegaskan bahwa dirinya tidak konsen pada soal emas, melainkan pada lingkungan, masyarakat, dan manusianya.IMG 20260507 WA0002

“Bisa dibayangkan bila kita membiarkan aktivitas ilegal ini berlangsung seperti ini, ini adalah wajah suram,” ucapnya.

Ia juga memperingatkan bahwa jika terjadi bencana, orang-orang yang melakukan aktivitas ilegal pasti tidak bertanggung jawab. “Mereka pasti balik kanan pergi, tapi yang berhadapan dengan masyarakat adalah pemerintah. Oleh karena itu, kita bertindak tegas untuk memastikan bahwa negara hadir dan wibawa pemerintah turut hadir.”

Gubernur menegaskan kepada para penambang ilegal agar berhenti melakukan aktivitas ilegal. “Kalau masih coba-coba lagi, maka kalian akan berhadapan dengan negara. Kali ini kalian akan berhadapan dengan tim yang berbeda. Jadi, kalian jangan mencoba-coba melakukan aktivitas ilegal lagi.”

Ia mengimbau para penambang untuk bergabung dengan koperasi yang sudah memiliki izin. “Status kalian yang ilegal berubah menjadi berwibawa dan terhormat, menjadi penambang-penambang legal.”

Gubernur berharap kawasan ini dikelola secara sah sesuai dengan praktik pertambangan yang baik. “Praktik pertambangan yang baik tujuannya hanya satu: mengambil sumber daya tapi lingkungan terkelola secara baik.”

Ia juga mengingatkan para pemilik IPR untuk mematuhi aturan, memenuhi semua persyaratan, dan memberikan kontribusi dalam bentuk CSR kepada masyarakat.

“Jangan lupa ada get (bagian) penambang lokal secara signifikan. Kalau sudah ada hasil, jangan lupa kontribusi dalam bentuk CSR pada masyarakat,” pesannya.

Terpantau, Gubernur Maluku bersama rombongan juga meninjau sejumlah lokasi seperti Tanah Merah sebelum meninggalkan kawasan tambang emas ilegal Kaku Lea Bumi.

 

(Rin)